Kostrad

Perjuangan dan Semangat Prajurit Pos Terpencil Satgas Yonif Raider 411/Pandawa Kostrad sebagai pagar Nusa

Dibaca: 104 Oleh 15 Jan 2016Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Kostrad (15/1), Dalam melaksanakan tugas sebagai penjaga perbatasan RI-PNG, cukup banyak berbagai hambatan rintangan yang dihadapi dilapangan, apalagi bagi mereka prajurit Yonif Raider 411/Pandawa Kostrad Pos Bewan Baru yang berada di ditapal batas daerah pedalaman dan terpencil atau yang sering disebut dengan Pos Udara, yaitu Pos yang bergantung pada dukungan transportasi udara dalam mendorong logistik dan evakuasi personel yang sakit.

“Karena mobilitas helikopter yang tinggi untuk mendukung pendorongan logistik dan evakuasi di banyak tempat di Papua Sektor Utara ini, kami harus mampu bertahan apabila terjadi keterlambatan dalam pendorongan logistik, namun kami tidak habis akal, kami segera menyarankan ke Komando atas untuk mendorong logistik kami ke Kampung terdekat yaitu Kampung Kibay melalui jalur darat yang dapat ditempuh berjalan kaki selama 3-4 jam”, ujar Danpos Bewan Baru Letda Inf Sukirno.

Sungai dengan arus yang deras dan medan di hutan yang licin cukup berbahaya harus mereka lalui demi bertahan hidup, bahkan mereka rela menggotong menggunakan tandu apabila ada salah satu rekannya yang sakit hingga ke titik penjemputan ambulance di Kampung Kibay dengan menyusuri lebatnya hutan belantara dan tingkat kerawanan yang tinggi yakni hujan deras, pohon tumbang, tanah licin, terjal dan juga ancaman kelompok pengacau keamanan yang setiap saat dapat mengancam keselamatan mereka.

Walau beratnya medan yang harus mereka lalui, mereka Prajurit yang tinggal di Pos Bewan Baru Satgas Pamtas Yonif Raider 411/Pandawa Kostrad tetap mengutamakan kewaspadaan dan keamanan dalam setiap kegiatannya dimanapun mereka berada, serta sesuai dengan prosedur tetap dan perintah dari Komando Atas.

Kegiatan yang mereka lakukan untuk menjaga moril dan semangatnya yakni melaksanakan bercocok tanam di sekitar Pos, meskipun mereka harus bergelut dengan hama tanaman seperti serangga yang bisa merusak tanaman yang mereka budidayakan seperti jagung, dan sayuran lainnya, mereka tetap sabar menghadapinya, karena mereka selalu yakin bahwa tugas menjaga perbatasan adalah tugas yang sangat mulia.

Meskipun mereka harus bertahan hidup dengan keterbatasan, mereka selalu semangat dan gembira dalam mengemban tugas yang sangat mulia ini untuk mempertahankan keutuhan wilayah NKRI. Mereka tidak rela kehilangan sejengkal tanah ibu pertiwi seperti contoh Timor Timur yang sekarang menjadi negara Timor Leste, tujuan mereka hanya satu yaitu menjaga dan mengamankan keutuhan wilayah NKRI.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel