60" TNI AD

Pertemuan Kasad dengan Dekan FKUI, Membahas Kerja sama TNI AD dan Universitas Indonesia   

Dibaca: 18 Oleh 04 Okt 2021Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) menerima kunjungan dari Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) beserta jajarannya untuk membahas kerja sama antar kedua instansi.

Kerja sama yang dibicarakan dalam pertemuan ini adalah meliputi kerja sama bidang Pendidikan dan Kesehatan terutama dalam penanganan Covid-19.

“Jadi intinya kita bertemu di sini ingin menyampaikan apa saja yang kita punya yang FKUI punya apa saja aktivitas kita sehingga kedepan kita bisa meningkatkan kerja sama yang kita lakukan selama ini,” ujar Prof. Dr. dr. Ari Fahrial, Dekan Fakultas Kedokteran UI.

Kerja sama dibidang kesehatan antara Universitas Indonesia dengan TNI Angkatan Darat melalui RSPAD Gatot Soebroto telah terjalin lama dan menghasilkan banyak riset di bidang kesehatan. Potensi pengembangan kerja sama ini pun kembali dibahas untuk pengembangan vaksin dan juga sel punca dalam rangka penanganan pandemi Covid-19.

“Saya melihat potensi yang sebenarnya hubungan ini antara kita dengan Angkatan Darat, RSPAD ini ada, tapi saya rasa perlu banyak hal yang bisa ditingkatkan,” jelas Prof. Dr. dr. Ari Fahrial.

Selain dibidang kesehatan dan penanganan Covid-19, pertemuan ini juga membahas kerjasama dibidang Pendidikan antara Universitas Indonesia khususnya Fakultas Kedokteran dengan TNI Angkatan Darat. kerjasama ini bertujuan untuk memudahkan dan memberi fasilitas berupa beasiswa bagi personel Angkatan Darat yang ingin melanjutkan Pendidikan Spesialis, Magister ataupun Doktor di Fakultas Kedokteran UI.

“Kita punya 35 spesialis dan 6 sub spesialis, jadi kaya dokter kita disini kan dari sub spesialis, ya mungkin kedepan kita berharap teman-teman dari spesialis-nya TNI AD bisa melanjutkan sub spesialis di tempat kita,” jelas Dekan FKUI.

Jenderal TNI Andika Perkasa sangat mendukung program ini, mengingat kebutuhan sumber daya di TNI Angkatan Darat khususnya dibidang kesehatan sangat perlu dikembangkan. Dan fasilitas beasiswa ini diberikan sebesar 75% dari seluruh biaya kuliah.

“Ya pokoknya saya sih pasti mendukung, tapi kan UI juga yang akan menseleksi. Saya tidak bisa memaksakan. Saya inginnya tuh.. karena Saya punya uangnya kami memberikan bantuan beasiswa. Saya tidak mau 100% karena apa, Saya tahu ini moral hazard, saya hanya bantu 75 persen jadi 25 persen duit sendiri, dengan begitu ada tanggung jawab lah,” jelas Kasad.

#TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel