Akademi Militer

Rangkaian Munas BEM Ke IX/2016 Di Akademi Militer

Dibaca: 57 Oleh 22 Jan 2016Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Akmil (22/1). Rangkaian acara musyawarah nasional Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ke IX tahun 2016 dilaksanakan di Gedung A.H. Nasution, Akademi Militer Magelang dan dihadiri oleh Gubernur Lemhanas Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA, Rektor Universitas Tidar Magelang, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, Mpd, dan panitia Munas. Musyawarah nasional BEM ke IX ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari 126 Perguruan Tinggi se Indonesia yang berlangsung dari tanggal 18 – 24 Januari 2016 dan sebagai penyelenggara/tuan rumah adalah Universitas Tidar Magelang. Dalam kegiatan yang berlangsung di Akmil, Gubernur Akmil, Mayjen TNI Hartomo memberikan sambutan, dilanjutkan ceramah dengan materi “Peran Mahasiswa Dalam Pergerakan Nasional”, yang memamaparkan tentang kiprah/peran serta Mahasiswa dalam Pergerakan Nasional dari periode pra kemerdekaan sampai dengan era reformasi/masa kini.

Menurut Mayjen TNI Hartomo, mahasiswa sebagai “agen perubahan” memiliki peran strategis sebagai calon pemimpin bangsa yang siap menerima estafet kepemimpinan Nasional. Untuk itulah sebagai mahasiswa dituntut harus “cerdas/peka” terhadap lingkungan/situasi yang ada dan diharapkan tidak hanya mampu dibidang intelektual/akademik saja, tetapi juga harus memiliki sikap mental, moralitas yang baik, kepekaan/ empati sosial serta berjiwa nasionalis dan berwawasan kebangsaan. Dengan demikian, maka di dada mahasiswa akan tertanam sikap dan kepribadian yang unggul dan mulia, sehingga akan mampu bersikap dengan arif dan bijaksana dalam menghadapi situasi sekarang ini. Tantangan dan permasalahan bangsa dan negara saat ini adalah bahaya radikalisme, terorisme, narkoba, budaya kekerasan,lunturnya nilai-nilai/budaya luhur, tergerusnya rasa persatuan sesama anak bangsa serta bahaya “proxy war”. Proxy war sengaja dilakukan oleh negara besar dan kuat untuk melemahkan dan menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa tanpa menggunakan kekerasan/kekuatan militer, baik ideologi,politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam. Hal tersebut apabila tidak tertangani dengan baik dan terintegrasi akan melemahkan sendi-sendi kehidupan bangsa yang pada akhirnya akan menghancurkan bangsa Indonesia.

Untuk itu, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dan agen perubahan sudah sewajarnya agar dapat membentengi diri, baik secara mental spiritual maupun psikis agar tidak mudah terhasut, terpengaruh, bahkan menjadi pelaku terhadap hasutan, provokasi,dan ajakan yang bertentangan dengan norma, agama, hukum dan bahkan melawan negara, seperti perekrutan anggota ISIS, Gafatar, terroris dan organisasi radikal lainnya.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel