Satgas Pamtas

Satgas Yonif 403/WP Bantu Obati Warga Yang Terluka Akibat Terkena Lontaran Batu Kerikil di Perbatasan RI-PNG

Dibaca: 5 Oleh 18 Jul 2021Tidak ada komentar
Satgas Yonif 403/WP Bantu Obati Warga Yang Terluka Akibat Terkena Lontaran Batu Kerikil di Perbatasan RI-PNG
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Dalam rangka memberikan pertolongan pertama kepada warga, tim Kesehatan Pos Kout Arsotami Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista dengan sigap memberikan pertolongan kepada Bapak Sutikno (49) yang terluka akibat terkena lontaran batu kerikil dari mesin pemotong rumput pada bagian kakinya di Kampung Workwana, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista, Letkol Inf Ade Pribadi Siregar, S.E., M.Si., dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua, Minggu, (18/7/2021).

Satgas Yonif 403/WP Bantu Obati Warga Yang Terluka Akibat Terkena Lontaran Batu Kerikil di Perbatasan RI-PNG

Dansatgas mengungkapkan, dalam rangka menyongsong Hari Raya Idul Adha yang sesuai kalender nasional jatuh pada hari Selasa, 20 Juli 2021, Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista bersama Tokoh Agama (pengurus masjid U’budiyah Arsotami), dan masyarakat setempat mengadakan kegiatan pembersihan baik di area dalam masjid ataupun di luar masjid (halaman), dalam kegiatan tersebut salah satu warga mengalami luka robek akibat terkena lontaran batu kerikil di halaman masjid, korban yang bertugas membersihkan rumput menggunakan mesin pemotong rumput terluka karena tidak sengaja kipas pemotong mesin tersebut menghantam batu krikil yang terlontar dan mengenai kaki si petugas pemotong rumput, akibatnya korban mengalami luka dan dibawa ke klinik kesehatan Pos Kout oleh rekannya menggunakan sepeda motor.

“Dari keterangan rekan korban, bahwa korban yang ikut dalam kegiatan pembersihan tersebut bertugas sebagai pemotong rumput di halaman masjid, selang waktu 20 menit memotong rumput yang bersangkutan mengalami luka pada bagian kaki kanannya karena sabetan atau lontaran batu kerikil dari putaran kipas mesin pemotong rumput yang digunakannya untuk membersihkan halaman Masjid U’budiyah Arsotami,” kata Dansatgas.

Di tempat terpisah, Dokter Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Lettu Ckm dr. Kristia Yudha Bayu M mengungkapkan bahwa pada saat datang ke Pos, kaki korban mengalami pendarahan yang lumayan parah, sehingga tim kesehatan Satgas Yonif 403/Wirasada Pratista segera menyiapkan peralatan untuk mengobati luka korban.

Satgas Yonif 403/WP Bantu Obati Warga Yang Terluka Akibat Terkena Lontaran Batu Kerikil di Perbatasan RI-PNG

“Korban mengalami luka robek sepanjang 6 (enam) centimeter dengan kedalaman sekitar 2 (dua) centimeter sehingga kami putuskan untuk menjahit luka korban kurang lebih sekitar 3 (tiga) jahitan, dan setelah luka dibersihkan, dijahit dan diperban, selanjutnya korban diberikan obat anti nyeri dan antibiotik untuk mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan pada lukanya,” ucap Bayu.

Sejalan dengan hal tersebut, warga yang merupakan korban luka robek pada kakinya Bapak Sutikno (49) menyampaikan ucapan banyak terima kasih kepada Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Pos Kout Arsotami atas semua pertolongan yang telah diberikan.

“Saya baru mengalami ternyata bapak-bapak tentara sangat baik dan ramah sekali, mau bantu obati luka saya walaupun saya tidak pegang uang, terima kasih Bapak Tentara,” ucap Sutikno. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel