Satgas Pamtas

Satgas Yonif 512/QY Hidupkan Kembali Listrik dI Kampung Yabanda

Dibaca: 16 Oleh 12 Apr 2021Tidak ada komentar
Satgas Yonif 512/QY Hidupkan Kembali Listrik dI Kampung Yabanda
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY memberikan cahaya penerangan bagi masyarakat Desa Yabanda Distrik Yaffi Kabupaten Keerom, Papua.

Sudah tiga tahun lamanya masyarakat desa Yabanda tidak merasakan penerangan pada malam hari, dikarenakan PLTS di kampung tersebut rusak dan menyebabkan padamnya listrik di Desa Yabanda.

Hal ini di sampaikan langsung oleh Dansatgas Yonif Mekanis 512/Qy Letkol Inf Taufik Hidayat dalam rilis tertulisnya, Senin (12/4/2021).

Dijelaskan, Danpos Yabanda Letda Inf Hendri melaporkan keluhan yang dialami warga Desa Yabanda dikarenakan PLTS di kampung tersebut sudah 3 tahun tidak berfungsi lagi.

Menindaklanjuti laporan dari Danpos Yabanda, Dansatgas beserta Dantonkom turun langsung ke Desa Yabanda guna untuk memperbaiki PLTS yang sudah tidak berfungsi tersebut.

Satgas Yonif 512/QY Hidupkan Kembali Listrik dI Kampung Yabanda

“Dengan kerja keras yang dilakukan tim komunikasi beserta personel Yonif mekanis 512/QY, serta antusiasnya warga kampung yang membantu untuk menghidupkan kembali listrik di Desa Yabanda pada akhirnya jerih payah tersebut berhasil lancar dan listrik yang sudah 3 tahun mati sekarang dapat menyala kembali,” ujar Dantonkom Letda Agung.

Musi Mambrako selaku tokoh masyarakat mengatakan, warga sangat berterima kasih kepada TNI yang sudah memperbaiki PLTS di kampungnya.

” Kami senang sehingga kami dapat merasakan penerangan lagi ketika malam hari, kami sangat senang karena listrik di kampung kami sudah bisa beroperasi kembali,” ujarnya.

Sementara itu Herbert salah satu pemuda di Desa Yabanda juga turut merasakan kegembiraan karena listrik di Kampung Yabanda sudah bisa beroperasi kembali.

“Abang kami sangat senang Abang, jadi kami bisa bermain lagi di malam hari karena sudah ada lampu, biasanya kami ketika hari sudah gelap kami tidak tau mau berbuat apa, paling kami hanya diam di rumah dan tidur hingga cahaya matahari dapat memberi penerangan kembali pada desa kami, ” ucap Herbert senang. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel