Berita Satuan

Semprotkan Disinfektan, Yonif MK 413 Cegah Wabah Corona di Kesatrian

Oleh 19 Mar 2020 Tidak ada komentar Dibaca: 36
Semprotkan Disinfektan, Yonif MK 413 Cegah Wabah Corona di Kesatrian
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA,tniad.mil.id – Untuk mencegah merebaknya virus Corona, Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro menyemprotkan disinfektan di sekitar Kesatrian.

Hal tersebut disampaikan Danyonif Mekanis Raider 413/Bremoro, Mayor Inf Fikky Nur Kuncoro Jati, S.H., M. Han., dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Sukoharjo, Jateng, Kamis (19/3/2020).

Lebih lanjut dikatakan, kegiatan yang dilakukan pada Rabu (18/3/2020) kemarin untuk menghindarkan personel terjangkit virus Corona yang saat ini begitu mewabah.

“Kegiatan ini dalam rangka menekan penyebaran virus Corona yang lagi merebak di Indonesia agar tidak mewabah ke lingkungan Batalyon,” jelasnya.

Fikky Nur Koncoro Jati juga menjelaskan bahwa dalam kegiatan penyemprotan ini petugas kesehatan klinik Pratama juga dilengkapi pakaian Alat Pelindung Diri (APD).

“Selain melakukan penyemprotan, kami juga menghimbau kepada personel untuk selalu menggunakan antiseptik sebagai upaya pencegahan dari virus Corona,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Dokter Batalyon, Lettu Ckm Agung Andrew Richard mengatakan, selain kepada personel, penyemprotan tersebut dilakukan di seluruh gedung perkantoran Markas Batalyon dan perumahan prajurit.

Baca juga:  Gelar Perlengkapan Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-J/Unifil

“Mulai dari lantai sampai tembok kita lakukan penyemprotan, seperti di gedung Mayon, Penjagaan, Kantor Kompi, Pos Provost, Masjid, Gereja, Pure dan gedung gedung lainnya,” katanya.

Semprotkan Disinfektan, Yonif MK 413 Cegah Wabah Corona di Kesatrian

Tak hanya melakukan penyemprotan disinfektan, pihaknya juga memberlakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi seluruh anggota Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad.

“Pemeriksaan juga dilaksanakan terhadap tamu yang berkunjung ke Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad,” tandasnya.

Dari hasil pemeriksaan tambah Agung, belum ditemukan hal-hal yang mengkhawatirkan, rata-rata suhu tubuh prajurit hanya 36 sampai 36,7 derajat.

“Apabila kemudian hari ada yang terindikasi suhu tubuhnya lebih dari 37 derajat maka langsung kita lakukan pemeriksaan lanjutan di Klinik Pratama Batalyon,” pungkasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel