Satgas Pamtas

Tingkatkan Iman dan Taqwa Warga Perbatasan, Pabintal Satgas Yonif 312/KH Pimpin Ibadah di GBI Senggi

Dibaca: 5 Oleh 06 Jan 2021Tidak ada komentar
Tingkatkan Iman dan Taqwa Warga Perbatasan, Pabintal Satgas Yonif 312/KH Pimpin Ibadah di GBI Senggi
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Bantu tingkatkan iman dan taqwa, serta mempererat tali silaturahmi bersama warga perbatasan RI-PNG, Pabintal Satgas Pamtas Yonif 312/Kala Hitam Kapten Arh Dr. Priden Ginting, M.Th, memimpin ibadah minggu pertama awal tahun 2021 di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Senggi, Kampung SP 2, Distrik Senggi.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 312/KH Letkol Inf Dedy Ariyanto, S.I.P., M.M., M.Han., M.I.Pol, dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua, Rabu (6/1/2021).

Diungkapkan Dansatgas, kegiatan ibadah yang dilaksanakan ini selain untuk mendekatkan diri dengan Tuhan YME, juga bertujuan untuk meningkatkan sinergitas Satgas TNI dengan masyarakat yang ada di perbatasan dalam rangka mendukung tugas pokok pengamanan perbatasan.

“Kami mengharapkan masyarakat juga berperan aktif untuk menjaga kerukunan demi mencegah terjadinya konflik sosial,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Pabintal Satgas Pamtas Yonif 312/KH Kapten Arh Dr. Priden Ginting, M.Th, mengatakan bahwa kegiatan seperti ini penting dilakukan dalam menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan warga kepada Sang Pencipta.

Tingkatkan Iman dan Taqwa Warga Perbatasan, Pabintal Satgas Yonif 312/KH Pimpin Ibadah di GBI Senggi

“Dan merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami prajurit TNI mendapatkan kepercayaan jemaat untuk memimpin pelaksanaan ibadah minggu di awal tahun ini, semoga tahun ini menjadi berkah bagi kita semua,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, rangkaian ibadah minggu dimulai dengan pembukaan yaitu dengan panggilan beribadah, doa mulai ibadah, nyanyian umat, khotbah, doa syafaat serta pengutusan dan berkat.

“Setelah rangkaian kegiatan tersebut saya juga juga memimpin doa pembaptisan jemaat GBI,” jelasnya.

Priden Ginting menambahkan, adapun tema khotbah diambil dari Tesalonika 3 : 13 yang berbunyi, dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik.

“Makna yang tersirat dari ayat ini memiliki makna agar jemaat tekun berbuat baik kepada semua tanpa membedakan latar belakang SARA,” tuturnya.

“Mengakhiri rangkaian ibadah, kami juga memberikan bingkisan kepada para jemaat, semoga hal sederhana yang diberikan ini dapat bermanfaat bagi para jemaat,” tutup Priden. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel