Skip to main content
Satgas Pamtas

Tingkatkan Kemanunggalan, Satgas Yonif 131 Temui Para Tokoh Kampung Kibay

Dibaca: 26 Oleh 21 Agu 2021Tidak ada komentar
Tingkatkan Kemanunggalan, Satgas Yonif 131 Temui Para Tokoh Kampung Kibay
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Menjaga dan meningkatkan Kemanunggalan TNI-Rakyat terutama di perbatasan negara, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brs Pos Kali Asin menemui serta bersilaturahmi ke para tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama di Kampung Kibay Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom, Papua.

Wadan Satgas Mayor Inf Ahmad Muzani CH, dalam rilis tertulis Penerangan Satgas Yonif 131/Brs, Sabtu (21/8/2021) menjelaskan, kegiatan yang dilakukan oleh personel Pos Kali Asin ini, dipimpin Letda Inf Daniel Mambrasar selaku Danpos.

“Selain untuk meningkatkan kemanunggalan dan menjalin silaturahmi terhadap masyarakat, juga sebagai sarana dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut. Terlebih saat ini, banyaknya isu-isu yang berkembang di wilayah Papua khususnya di Distrik Arso Timur yang langsung berbatasan dengan Negara PNG,” ujar Wadan Satgas.

Tingkatkan Kemanunggalan, Satgas Yonif 131 Temui Para Tokoh Kampung Kibay

Di tempat terpisah, Danpos Kali Asin Letda Inf Daniel Mambrasar turut mengajak masyarakat melalui para tokoh masyarakat, tokoh adat dan agama agar bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, dengan cara melaporkan apabila melihat maupun mendengar adanya kegiatan pelanggaran hukum serta tindakan kejahatan yang dapat mengganggu keamanan.

“Kepada masyarakat, disampaikan apabila melihat ada kegiatan yang mencurigakan atau orang asing masuk ke kampung untuk segera lapor ke pihak berwajib atau datang ke pos kami, sehingga kita dapat mencegah terjadinya tindak kejahatan dan menciptakan situasi yang aman,” ujarnya.

Tingkatkan Kemanunggalan, Satgas Yonif 131 Temui Para Tokoh Kampung Kibay

Sementara itu, Kepala Kampung Kibay Charles Numbun berharap warga kampung turut menjaga dan tidak mempercayai berita hoax yang sifatnya provokasi serta dapat memecah belah persatuan.

“Kami akan lebih waspada kepada berita-berita yang belum jelas kebenarannya, apabila ada kabar yang tidak jelas sumbernya atau ada warga yang memperovokasi, kami akan segera melapor ke Danpos,” pungkasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan