Satgas Pamtas

Tingkatkan Pengetahuan Anak Perbatasan, TNI Ajarkan Pengetahuan Komputer di Papua

Dibaca: 20 Oleh 30 Jul 2021Tidak ada komentar
Tingkatkan Pengetahuan Anak Perbatasan, TNI Ajarkan Pengetahuan Komputer di Papua
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id- Personel TNI Satgas Pamtas Yonif 131/Brs Pos Skamto, mengenalkan dan mengajarkan pengetahuan komputer kepada anak-anak di Kampung Yowong Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom, Papua.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 131/Brs Letkol Inf Muhammad Erfani S.H., M. Tr (Han) dalam rilis tertulisnya di Skouw Distrik Muara Tami, Papua (30/7/2021).

Diungkapkan Dansatgas pengajaran komputer kepada anak- anak sangat bermanfaat terutama bagi yang masih duduk dibangku sekolah agar mereka dapat memanfaatkannya dalam proses belajar mengajar, mengerjakan tugas-tugas sekolah maupun mencari informasi dan pengetahuan lain melalui komputer.

Tingkatkan Pengetahuan Anak Perbatasan, TNI Ajarkan Pengetahuan Komputer di Papua

Di tempat terpisah Danpos Skamto Lettu Inf Heri Wahyu Saputra, mengatakan bahwa pemberian pengetahuan komputer ini untuk mengisi waktu anak-anak selama mengikuti kegiatan belajar di rumah karena pandemi Covid 19.

“Mendengar informasi bahwa anak-anak dibsekitar Pos Skamto kurang mendapatkan pelajaran pengetahuan komputer di sekolahnya, dengan berbekal tiga buah laptop kami berinisiatif untuk mengajak anak-anak tersebut belajar di pos”, sambungnya.

“Materi yang kami ajarkan berupa materi dasar pengoperasian komputer seperti Microsoft Word, Excel dan cara menggunakan internet. Alhamdulillah mereka sangat antusias mengikuti kegiatan yang diadakan tiga kali dalam seminggu ini”, ujar Heri.

Tingkatkan Pengetahuan Anak Perbatasan, TNI Ajarkan Pengetahuan Komputer di Papua

Berto salah seorang anak yang ikut dalam kegiatan ini berterima kasih kepada personel Satgas yang berkenan mengajarkannya cara mengoperasionalkan komputer.

“Kami sungguh senang, selain menambah wawasan, pengenalan komputer ini juga ke depannya akan memudahkan kami dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru di sekolah”, tuturnya.

“Pokoknya senang Pak, walau awalnya sedikit canggung dalam menggunakannya, tapi setelah dioperasionalkan asyik juga”, pungkas Berto tersipu malu. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel