Kodam XVI/Patimura

TNI Gelar Latihan PPRC/Simulasi Perang di Morotai

Dibaca: 392 Oleh 15 Nov 2015Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Morotai (15/11), Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat, Laut dan Udara menggelar latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang dipusatkan di Pulau Morotai Maluku Utara.

Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang merupakan bagian kecil dari latihan gabungan yang melibatkan 3 matra Darat, Laut dan Udara. Tidak kurang 3.000 Personel, Pesawat Sukhoi TNI AU, Pesawat Hercules, Helikopter, KRI TNI AL serta Puluhan Kendaraan Taktis/Tempur seperti Tank Amphibi, Panser dan kendaraan Anti Teror diterjunkan dalam latihan kali ini. Disimulasikan Pulau Morotai yang terletak di bibir Pasifik telah dikuasai pihak musuh dengan melakukan invasi guna merebut posisi strategis di kawasan Asia. TNI sebagai benteng pelindung NKRI melakukan operasi pembebasan wilayah yang dikuasai musuh. Kegiatan diawali pertempuran laut antara Kapal Republik Indonesia (KRI) dengan Kapal perang musuh di daerah Bitung Sulut kemudian pada saat yang sama dilakukan infiltrasi/penyusupan daerah musuh dengan terjun taktis malam hari dari pasukan Lintas Udara sehingga tidak terdeteksi pasukan musuh yang bertugas menyiapkan serta sterilisasi untuk penerjunan pasukan yang lebih besar, ditengah kota akan dilaksanakan perebutan objek vital Kantor Bupati Morotai yang dikuasai musuh oleh Pasukan Sat-81 Gultor Kopassus yang melakukan Fast Hover dari Helikopter. Di laut sendiri KRI yang membawa Tank Amphibi dan Pasukan taktis Marinir dan Pasukan Katak TNI AL melakukan penyerbuan pantai Armydoc Area sehingga terjadi pertempuran dengan pasukan musuh yang berakhir pengejaran laut oleh tim Pasukan Marinir TNI AL pasukan musuh yang kabur melalui jalur laut sehingga kembali terjadi pertempuran laut dan diakhiri dengan penembakan Rudal darat dari KRI TNI AL dengan sasaran menghancurkan pos pertahanan musuh di darat. Pada hari selanjutnya akan dilakukan penerjunan dari pasukan Linud TNI AD dan Paskhas TNI AU untuk menguasai Run Way Bandara Fitu Morotai sebagai landasan pesawat pengangkut, pasukan dan Kendaraan tempur yang telah bersiaga di Makassar kemudian diangkut menggunakan pesawat Hercules dan didaratkan di Bandara Fitu yang telah dikuasai hingga terjadi pertempuran dahsyat untuk menghancurkan musuh, sebagai puncak latihan akan dilakukan penghancuran Basis musuh menggunakan pesawat Sukhoi TNI AU. Fungsi pasukan PPRC sendiri merupakan sebagai pemecah kekuatan musuh yang jumlahnya lebih kecil namun sebagai pembuka jalan serta pengaman saat diterjunkannya Pasukan kekuatan lebih besar untuk menghancurkan musuh. Usai latihan juga akan diselenggarakan Pameran Alutsista yang akan menampilkan berbagai macam Senjata, Kendaraan Tempur, Pesawat dan Perlengkapan Militer lainnya yang dipusatkan di Juanga Area Morotai dibuka untuk umum selain itu akan dilakukan karya bhakti dari TNI.

Dalam keterangan Persnya Kapenrem 152/Babullah Mayor Inf Anang Setyoadi, SE menyampaikan bahwa latihan PPRC ini merupakan bentuk kesiapan TNI Matra Darat, Laut dan Udara dalam menangkal dan menghancurkan segala upaya mengganggu kedaulatan NKRI, latihan yang akan diselenggarakan selama 2 hari dilaksanakan di area Pulau Morotai tentu saja di wilayah yang jauh area pemukiman penduduk terutama daerah penghancuran Rudal dari KRI TNI AL dan Roket dari Pesawat Sukhoi TNI AU, selain itu area tersebut juga telah di sterilkan dan dijaga secara ketat. Latihan yang akan disaksikan langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Dankodiklat TNI Letjen TNI Agus Sutomo, Panglima Kodam XVI/Ptm Mayjen TNI Doni Monardo dan sejumlah pejabat teras TNI. Diakhir latihan akan diselenggarakan Pameran Alutsista yang menampilkan Persenjataan Modern, Kendaraan Tempur dan Pesawat Udara milik TNI yang dibuka untuk umum, sehingga masyarakat wilayah morotai dan sekitarnya dapat langsung mengunjungi dan melihat langsung di area Juanga Morotai diakhir kegiatan juga akan dilakukan karya bhakti TNI sebagai bentuk rasa terimakasih TNI kepada Pemerintah Daerah dan Masyarakat. (Penrem 152/Bbl)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel