Social Media
Siaran Pers
-
05 06 2013Oditur Militer (Odmil) Kolonel Chk Rizaldy SH. menuntut 1 tahun penjara dan membayar ongkos perkara 25 ribu rupiah terhadap terdakwa Mayor Arm Ifien mantan komandan batalyon Armed 15/76 Tarik Baturaja. Tuntutan tersebut digelar dalam sidang kasus pengrusakan Polres Ogan Komering Ulu, di Mahmil I-04 Palembang Rabu (05/6). Sidang dipimpin hakim ketua Kolonel Chk Bambang Angkoso Waluyo SH.Mh dengan hakim anggota Kolonel Chk TR Samosir,SH. Mh. Letkol Chk Trias Koswara SH.Mh. Pada sidang sebelumnya tanggal 28 dan 29 Mei lalu 19 orang oknum TNI...
ARTIKEL
Transformasi Peran Angkatan Darat Dalam Menghadapi Perubahan
- Selasa, 04 Jun 2013 22:50

Oleh : Brigjen TNI Bambang Hartawan, M.Sc
Pendahuluan.
Berangkat dari sejarah, ide sering berperan sebagai kekuatan pendorong di belakang suatu transformasi institusi. Demikian juga dengan transformasi Angkatan Darat. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat harus berubah menjadi modern karena fungsi outward-looking menuntut kapasitas ini. Disamping itu, untuk mendukung perwujudan profesionalisme prajurit Angkatan Darat, sebagai konsekuensi logis alat pertahanan negara di darat, Angkatan darat dituntut untuk selalu siap menghadapi tantangan tugas yang akan datang.
Kedepan Angkatan Darat akan dihadapkan pada dimensi penugasan yang jauh lebih luas dari juridiksi profesional militer tradisionalnya. Fenomena ini menjadi tantangan bagi Angkatan Darat untuk terus membangun kemampuannya, baik untuk menghadapi tugas-tugas operasi militer untuk perang maupun operasi militer selain perang. Konsekuensinya, penataan terhadap sistem pendidikan, latihan, materiil, doktrin, pokok-pokok organisasi dan prosedur, teritorial, kepemimpinan, personel, pengelolaan anggaran, persenjataan dan bahkan kebijakan Angkatan Darat perlu dilakukan oleh generasi mendatang.
Penataan merupakan salah satu hal mendasar yang harus dilakukan dan dikembangkan sesuai dengan tuntutan perubahan zaman. Penataan yang terarah dan berkesinambungan merupakan upaya kolektif dalam penyiapan dini perwujudan kekuatan Angkatan Darat yang handal agar selalu siap dalam merespon dan menyikapi berbagai bentuk ancaman yang semakin kompleks dan cepat berubah. Untuk itu TNI Angkatan Darat harus mampu melaksanakan transformasi perannya dalam menghadapi berbagai perubahan.
Latar belakang.
Saat ini sifat ancaman tidak lagi didominasi oleh ancaman militer tetapi juga oleh ancaman nonmiliter atau ancaman nontradisional. Dilihat dari sumber ancaman, semakin besar keterkaitan antara eksternal dan internal. Dimensi ancaman mudah berkembang dari satu dimensi ke dimensi lain, termasuk dimensi ideologi, ekonomi, politik, sosial, budaya, hukum, informasi dan teknologi, serta keamanan. Spektrum ancaman dapat berubah dengan tiba-tiba dari lokal ke nasional, demikian juga perkembangan eskalasi keadaan dari tertib hingga darurat, dan sebaliknya tidak mudah untuk diprediksi.
Selengkapnya: Transformasi Peran Angkatan Darat Dalam Menghadapi Perubahan













