TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Pangdam Tutup Diktama TNI-AD

By 14 Apr 2014 13:57Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Senin, 14 April 2014 05:31, MALINO, BKM — Pendidikan pertama tamtama (dikmata) TNI-AD gelombang II tahap I tahun 2013, ditutup, Sabtu (12/4), di Secata A Rindam VII/Wirabuana, Malino, Kabupaten Gowa.

Penutupan pendidikan Tamtama TNI-AD yang ditutup langsung oleh Pangdam VII/Wirabuana, Mayjen TNI Bachtiar, ini dihadiri oleh Danrindam, para Asisten Kasdam, Perwira LO AL, para Kabalak, para Dansat, Waka Polres Gowa, Kajati Gowa dan undangan lainnya serta para orang tua pelajar yang dilantik.

Secara keseluruhan, jumlah Tamtama yang dididik dalam gelombang pertama TNI-AD gelombang II Tahap I TA 2013 ini sebanyak 440, terdiri dari secata A Malino 265 personel dan Secata B Bitung 175 personel dengan dibagi pada 11 kecabangan. Rinciannya, Infanteri 328 orang, Armed 23 orang, Arhanud 14 orang, Zeni 16 orang, perhubungan 16 orang, peralatan 3 orang, Polisi Militer 9 orang, kesehatan 9 orang dan Penerbad 2 orang.

Peraih rangking 1 pada pendidikan pertama Tamtama gelombang II tahap I TA 2013 ini adalah Prada Rifky Alamsya dengan dianugrahi pengalungan medali prajurit terbaik oleh Pangdam VII/Wirabuana.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam VII/Wirabuana dalam amanatnya, mengatakan, upacara penutupan yang dirangkaikan dengan prosesi pelantikan bagi para Tamtama baru pada hari ini,  sekaligus sebagai tanda berakhirnya pendidikan Dikmata TNI-AD tahap I dan  sebagai simbol keberhasilan para prajurit siswa untuk memperoleh status sebagai Tamtama TNI-AD.

Namun demikian, jelas dia, perlu disadari bahwa kebanggaan untuk meraih predikat sebagai prajurit tidak hanya didasarkan pada seragam yang dipakai dan pangkat yang disandang. Tapi kebanggaan itu harus disertai dengan kemampuan melaksanakan tugas dengan baik dan benar.

“Untuk melengkapi kemampuan yang diharapkan tersebut, kalian masih akan menjalani berbagai pendidikan lanjutan, termasuk pendidikan kecabangan guna meningkatkan keterampilan (skill), ilmu pengetahuan (knowledge) dan sikap (attitude). Harapan kita agar tekad dan semangat yang telah kalian tunjukkan selama mengikuti pendidikan pertama dapat dijadikan bekal dan sumber motivasi dalam menjalankan tugas sebagai prajurit TNI di masa yang akan datang,” katanya.

Untuk itu, harapan dia, jadilah prajurit-prajurit yang profesional dan berdisiplin. Hindari perbuatan tercela. Jauhi tindakan yang dapat merugikan atau menyakiti hati rakyat. “Hayati dan pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI serta taati segala aturan hukum dan HAM,” katanya.

“Oleh karena itu, disiplin dan loyalitas bagi seorang prajurit merupakan sikap yang  tidak bisa ditawar-tawar, karena sikap tersebut telah menjadi  harga mati bagi seorang prajurit,” tegasnya. (ilo/ams/b)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Pangdam Tutup Diktama TNI-AD