Dinas Penerangan

Cegah Penularan Filariasis, Yonif 328 Gelar Sosialisasi dan Pengobatan

By 13 Apr 2019 No Comments
WhatsApp Image 2019-04-13 at 10.29.38
#TNIAD #TNI-AD

JAKARTA, tniad.mil.id – Untuk mencegah penyebaran penyakit Filariasis di wilayah perbatasan RI-PNG, bersama dengan Puskesmas Koya Barat, Satgas Yonif 328/Dgh melaksanakan sosialisasi dan pengobatan kepada warga Distrik Muara Tami.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif PR 328 Kostrad, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M. Tr (Han), dalam rilis tertulisnya di Skouw, Papua. Jumat (12/4/2019).

“Penyakit Filariasis adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing filaria dan dapat menyerang hewan maupun manusia. Parasit infeksi yang umum menyerang bagian Limfa disebut Filariasis Limfatik menimbulkan perubahan bentuk dan kekebalan manusia seperti yang dialami penderita Kaki Gajah,” ungkapnya.

“Data dari Kementrian Kesehatan, dari 514 Kabupaten/kota sekitar 278 Kabupaten/kota di seluruh Indonesia termasuk Papua merupakan wilayah endemik penyakit Filariasis dan wilayah perbatasan rawan akan penyebaran penyakit (Filariasis) ini,” imbuh Erwin.

Untuk itu, menurut Erwin, Satgas ikut berkepentingan untuk turut menyosialisasikan pencegahan penyebaran penyakit Filariasis agar masyarakat di wilayah perbatasan dapat terhindar dari penyakit dan tumbuh sehat.

“Upaya yang paling tepat yaitu dengan menjaga kebersihan dan membatasi tempat penyebaran nyamuk seperti genangan air di got, rawa, sawah, rawa, tanaman air, maupun tempat-tempat yang dapat menampung air,” ucapnya.

Sementara itu, narasumber kegiatan sosialisasi, Ibu Lita Renata Sianipar, SKM., M. Epid, mengatakan bahwa penyakit Filariasis disebarkan melalui gigitan nyamuk yang terjangkit cacing.

“Untuk penyakit ini tidak dapat disembuhkan apabila sudah terjadi kecacatan, dan kita hanya dapat mencegah agar tidak terkena dengan rutin meminum. Namun tidak membuat cacing ini mati akan tetapi mencegah untuk berkembang biak di dalam tubuh,” terang Ibu Lita.

Kegiatan ini selain Dokter Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH dr. Rizky bersama 3 personel tim kesehatan turut dihadiri oleh Danramil Muara Tami, Kepala Pemerintahan dan Aparat lainnya, para Tokoh Masyarakat dan Agama serta perwakilan jemaat Gereja dan Pondok Pesantren. (Dispenad)

Leave a Reply