Berita Satuan

Ajarkan Nilai Pancasila, Satgas Yonif 413 Gelar Sekolah Darurat

Dibaca: 106 Oleh 30 Agu 2020Tidak ada komentar
Ajarkan Nilai Pancasila, Satgas Yonif 413 Gelar Sekolah Darurat
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil- id – Dengan semangat nasionalisme, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad menggelar kegiatan belajar mengajar darurat di Pos Satgas Pitewi Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom di tengah pandemi Covid – 19.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura. Sabtu (29/08/20).

Disebutkan Dansatgas, walau dalam masa pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar (KBM) yang digelar Pos Satgas Pitewi merupakan wujud perhatian dalam upaya mencerdaskan anak bangsa khususnya di wilayah Keerom, Papua.

“Ini upaya kita untuk memberikan wawasan dan pengetahuan di luar dari materi pelajaran sekolah reguler yang mereka terima. Untuk itu kita gelar sekolah darurat ini di hari libur mereka yaitu Sabtu dan Minggu.” ujar Dansatgas

Dalam pelaksanaannya Satgas juga menyisipkan materi nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak perbatasan di Kampung Pitewi.

“Kita berikan materi Pancasila agar sejak dini mereka menanamkan ideologi tersebut. Perlahan kita sampaikan apa itu Pancasila dan bagaimana mengaplikasikan butiran Pancasila tersebut dalam kehidupan sehari-hari, ” ungkap Anggun.

Kepala Kampung Pitewi Niko Kera (52) sangat mendukung adanya sekolah darurat yang digelar oleh Pos Satgas di luar dari Sekolah reguler yang mereka dapatkan.

Ajarkan Nilai Pancasila, Satgas Yonif 413 Gelar Sekolah Darurat

“Dengan begitu mereka akan terbentuk jiwa Pancasila dalam dirinnya, karena belum tentu setiap hari di sekolah reguler mereka dapat pelajaran terkait Pancasila,” ujar Niko.

Kegiatan yang digelar oleh Pos Satgas Pitewi ini akan terus berlanjut dalam upaya menambah materi yang mereka dapatkan di sekolah reguler. Tidak hanya materi Pancasila saja yang diberikan, melainkan materi lain untuk menyiapkan mereka sebagai tunas bangsa.(Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel