Satgas Pamtas

Anggota Satgas Yonif 144/JY Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Gereja di Perbatasan

Dibaca: 5 Oleh 04 Okt 2021Tidak ada komentar
Anggota Satgas Yonif 144/JY Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Gereja di Perbatasan
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id– Personel Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 144/JY melaksanakan gotong royong membersihkan Gereja di Dusun Sungai Enteli Desa Neraci Jaya Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang Kalimantan Barat.

Hal ini disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Letkol Inf Andri Suratman dalam keterangan tertulisnya di Pos Kotis Badau Senin (4/10/2021).

“Personel kami di Pos Enteli SSK IV bersama warga membersihkan rumput dan pekarangan Gereja Nafri Kasih, dengan dibersihkan halaman depan gereja jadi kelihatan bersih dan rapi tidak tampak lagi rumput yang panjang serta nyaman dilewati ketika beribadah ke gereja, “ tuturnya.

Anggota Satgas Yonif 144/JY Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Gereja di Perbatasan

Lebih lanjut dikatakan, kegiatan gotong royong bersama warga ini merupakan upaya untuk membantu masyarakat terkait dengan kebersihan ibadah yang digunakan masyarakat di perbatasan, harapannya dengan kerja sama gotong royong ini menciptakan kerukunan antar umat beragama yang rukun dan damai.

Pengurus Gereja Nafri Kasih, Bia (45), mengucapkan terima kasih atas bantuan dari personel Satgas yang telah membantu membersihkan lingkungan Gereja.

“Dengan lingkungan yang rapid dan bersih, jadi kita dapat beribadah dengan nyaman, kalau tidak dibersihkan tampak kelihatan semak-semak dan banyak hewan melata, ” pungkasnya.

Anggota Satgas Yonif 144/JY Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Gereja di Perbatasan

Pratu Hengki Tornado beserta tiga rekannya saling bekerja sama dengan warga dalam membersihkan rumput mulai dari pemotongan dengan menggunakan mesin rumput dan membuang sampah, serta tidak luput menyosialisasikan tentang kebersihan lingkungan dan menjaga jarak dalam beraktivitas.

“Gotong royong merupakan kebiasaan orang Indonesia sejak zaman dahulu dan wajib dilestarikan sampai sekarang, “ tukas Hengki. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel