Berita Satuan

Bentrokan TNI-Polri : Satu Anggota TNI Tewas, Polri Lakukan Investigasi

Dibaca: 8 Oleh 02 Sep 2015Tidak ada komentar
TNI Angkatan Darat
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Situasi di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, dipastikan telah kondusif pasca bentrokan yang mengakibatkan satu anggota TNI meninggal dan dua personel Polri menderita luka. Kapolda Sulselbar, Irjen Anton Setiadji dan Pangdam VII/Wirabuana, Mayjen Bachtiar, sepakat penyelidikan kasus ditangani Polri.

Kabid Humas Polda Sulselbar, Ajun Komisaris Besar (AKB) Barung Mangera mengungkapkan, Kapolda Sulselbar dan Pangdam VII/ Wirabuana telah mendatangi langsung lokasi guna meredam meluasnya konflik antara Polri dan TNI. Barung menyebutkan, pagi ini, publik juga telah bisa, menerima pelayanan dari Polres Polman, meski belum optimal.

Barung    menambahkan, upaya membuat Polman tetap kondusif akan ditangani secara bersama, baik oleh Polri maupun TNI AD. Kapolda sudah di Polman, Direktur Intel dan Direktur Shabara di lokasi. Semua pejabat Polda aàa di TKP (tempat kejadian perkara), kata Barung.

Penyelidikan atau investigasi kasus dilanjutkan proses hukum yang berlaku, selain ditangani Mabes Polri, Polda Sulselbar, dan Polres Polman;  juga diawasi oleh POM TNI AD. Setelah investigasi tuntas, kapolda dan pangdam diyakinkannya menyampaikan kasus ini secara utuh ke publik.

Setelah investigasi, baru kapolda dan panglima. Kondisi saat ini kondusif,  ujar Barung. Mengenai korban meninggal dari TNI, yaitu Prada IL, Barung menguraikan, jenazahnya telah dibawa ke kampung halaman di Bone. Sementara itu, korban dari pihak Polri, Bripda AD dan AS yang mengalami luka di kepala serta mulut, saat ini dirawat di Klinik Polres Polman.

Informasi yang diperoleh SH, bentrokan berawal pada Minggu, tanggal 30 Agustus 2015. Anggota polisi melakukan pengamanan motor cross. Kesalah pahaman diduga terjadi ketika anggota Polres Polman menegur anggota Batalion 721. Keributan sebenarnya sempat dilerai Kapolres Polman, AKB Agoeng Adi Koerniawan, disaksikan Pasi Ops Kodim 1402/Polmas Kapten Inf Martani. Kedua belah pihak dapat menerima dan saling memaafkan.

Namun sekitar pulul 15.15 Wita, di sirkuit permanen sport center tiba-tiba terjadi penembakan yang mengenai Prada Yuliadi (YL), anggota Yonif 721/Makassar. Penembakan diduga dilakukan anggota Polres Polman, diindikasikan karena kesalapahaman dari anggota Kodim 1401/Majene. Penembakan itu dibalas anggota kompi 721/ Makassar. Anggota kompi berusaha masuk menyerang polisi dengan menerobos pagar pembatas. Sempat terdengar beberapa kali letusan senjata api saat kericuhan terjadi.

Prada Yuliadi yang terkena tembakan di bagian perut dievakuasi ke RSU Polewali untuk mendapatkan pertolongan medis Namun akhirnya, ia mengembuskan napas terakhir. (Sumber: HU SinarHarapan)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel