Berita Satuan

Bersama BBMKG Jayapura, Korem 172 Gelar Latihan Penanggulangan Bencana Tsunami

Dibaca: 73 Oleh 13 Nov 2020Tidak ada komentar
Bersama BBMKG Jayapura, Korem 172 Gelar Latihan Penanggulangan Bencana Tsunami
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Korem 172/ Praja Wira Yakthi bersama Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Jayapura melaksanakan kegiatan Latihan Penanggulangan Bencana Alam (Latgulbencal) tsunami yang diselenggarakan di Pantai Holtekamp, Jayapura.

Hal tersebut disampaikan Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 172/PWY, Mayor Chk Eka Yudha Kurniawan, S.H, dalam keterangan tertulisnya di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (13/11/2020).

Diungkapkan Kapenrem, kegiatan latihan yang dilaksanakan pada Kamis (12/11/2020) difokuskan pada materi simulasi penanganan dan evakuasi korban tsunami.

“Kegiatan ini mensimulasikan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab serta pergerakan unsur-unsur pasukan beserta perlengkapannya yang terlibat dalam penanganan dan evakuasi korban mulai dari embarkasi materiil dan personel, seperti keadaan bencana yang sebenarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan menyampaikan bahwa kegiatan ini mensimulasikan penanganan korban tsunami di daratan maupun perairan dengan mengutamakan unsur-unsur internal satuan pelaksana, satuan teknis yang dibantu oleh unsur dan stakeholder terkait.

“Latihan penanggulangan bencana alam yang dilaksanakan, merupakan salah satu metode untuk memelihara dan meningkatkan kewaspadaan serta kesiapan prajurit maupun satuan Korem 172/PWY dalam mengantisipasi bahaya bencana alam khususnya tsunami,” jelasnya.

Bersama BBMKG Jayapura, Korem 172 Gelar Latihan Penanggulangan Bencana Tsunami

Selain itu kata Izak, latihan ini juga untuk meningkatkan sinergitas hubungan kerja dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait, dalam melaksanakan operasi bantuan dalam menangani penanggulangan bencana alam khususnya tsunami.

Sementara itu Plt. Kepala BBMKG Wilayah V Jayapura, Tato Agustinus, S.Si, melalui Kepala Sub Bidang Pengumpulan dan Penyebaran, Dedy Irjayanto, S.Si, M.Sc menyampaikan bahwa wilayah Kota Jayapura merupakan daerah yang rawan terhadap gempa bumi dan tsunami.

“Khusus tsunami, wilayah Kota Jayapura merupakan daerah yang rentan terhadap tsunami lokal maupun jauh. Hal ini pernah terjadi di tahun 2011 di wilayah Holtekamp terdapat kerusakan infrastruktur dan korban jiwa yang diakibatkan oleh gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Jepang,” tandasnya.

“Kita tidak tahu kapan bencana itu akan datang. Untuk itu kegiatan seperti ini sangat diperlukan agar tetap menjaga kesiap-siagaan instansi-instansi terkait dalam penanggulangan bencana alam,” sebut Tato Agustinus.

Pada kegiatan ini menggunakan simulasi gempa bumi yang terjadi di wilayah Utara Papua dengan parameter gempa bumi M 8.5 yang terjadi pada tanggal 12 Nov 2020 pukul 10:00:29 WIT dengan lokasi di Lintang: 0.69 LS, Bujur 138.44 BT (186 Km Barat Laut Sarmi dengan kedalaman 10 Km dan berpotensi tsunami.

Pelatihan ini diikuti juga oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jayapura, Badan SAR Nasional (Basarnas), dan instansi lain yang terkait. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel