60" TNI AD

Kasad Bersama Wakasad Memimpin Rapat Rencana Garis Besar Latihan Antar Kecabangan BTP 13 TA 2021 

Dibaca: 12 Oleh 18 Nov 2021Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa, bersama Wakasad, Letjen TNI Bakti Agus Fadjari memimpin rapat staf terkait Rencana Garis Besar (RGB) Latihan Antar Kecabangan Batalyon Tim Pertempuran 13 TA 2021, Kartika Yudha.

Latihan Taktis Antar Kecabangan BTP 13 merupakan latihan puncak di lingkungan TNI AD TA. 2021 yang pelaksanaannya dikemas dalam bentuk Latihan Taktis dengan pasukan dan menggunakan metode dril tempur.

Komandan Kodiklatad menyampaikan beberapa hal yang diantaranya beberapa perbedaan BTP 13 dengan Lat Ancab BTP 9 yang dilaksanakan pada tahun 2020. Serta direncanakan akan diikuti oleh 2.905 orang prajurit Satuan Tempur, Banpur dan Banmin Divisi 1 Kostrad.

“Memang kegiatan ini sudah berjalan ke 3 kalinya yang saya pegang ke 4 kalinya bahkan, dalam hal ini ada perbedaan-perbedaan yang disampaikan nanti dan tentunya peningkatan latihan, untuk kegiatan ini kita libatkan mendekati latihan seperti latihan bersama Garuda Shield sehingga ada penerjunannya. Kemudian hal menonjol lain adalah kita mencoba Amphibious Ponton, kemudian yang terakhir evakuasi terkait dengan Puspenerbad akan menggunakan hoist kemudian hoist itu juga akan menggunakan mekanik pakai rotor sehingga diangkat naik ke atas tidak mendarat, saya sampaikan kepada Danpuspenerbad mampu melakukan itu,” ujar Dankodiklatad.

Latihan puncak ini akan di gelar di Pusat Latihan Tempur Kodiklatad Baturaja, dan melibatkan sejumlah alutsista yang dimiliki oleh TNI AD di antaranya Tank Leopard, Amphibious Ponton M3, MLRS Astros dan Meriam Caesar, Misil Mistral, Helikopter AH-64 Apache dan Pesawat Cassa TNI AD selain itu juga akan digunakan Battle Management System pada saat pelaksanaan Latihan Posko I.

Jenderal TNI Andika Perkasa, menekan untuk seluruh perencana materi latihan hingga penggunaan alutsista dalam proses latihan, harus dikuasai serta diawasi dengan baik, oleh seluruh komandan satuan TNI AD yang terlibat.

“Yang penting masing-masing berusaha maksimal ya mas Putranto anggaran tidak usah ragu-ragu. Jadi mas Harianto kalau ada yang kurang tapi perlu dilakukan lapor saya, termasuk mas Munif orang pusat Zeni harus menguasai bukan hanya batalyon, Pusat Zeni sebagai pemangku kesenjataan harus menguasai,” tegas Jenderal TNI Andika Perkasa.

#TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel