Skip to main content
Satgas Pamtas

Kepedulian Satgas Pamtas Yonif 123/Rajawali, Tete Natalie Tidak Lagi Berjalan Pakai Tongkat

Dibaca: 6 Oleh 15 Feb 2022Tidak ada komentar
Kepedulian Satgas Pamtas Yonif 123/Rajawali, Tete Natalie Tidak Lagi Berjalan Pakai Tongkat
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil id- Tete Natalie (45), warga Kampung Bupul 1, Distrik Elikobel Kabupaten Merauke tidak mengira jika dirinya akan mendapatkan kaki Prostetik secara cuma-cuma dari Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 123/RW di Hari Kasih Sayang atau Valentine’s Day.

Tete merupakan warga yang kesehariannya bertani, kakinya diamputasi karena sakit diabetes militus yang pernah dideritanya. Tete senang dengan kaki palsu ini dirinya tidak perlu menggunakan alat bantu tongkat lagi.

Dalam keterangan tertulis Satgas Yonif 123/RW, Selasa (15/2/2022), bantuan kaki prostetik secara langsung diberikan oleh Dansatgas Yonif 123/RW Letkol Inf Goklas Pirtahan Silaban beserta dokter Batalyon Lettu Ckm dr. Bintang Karlien Ass.Eng pada hari Senin (14/2/2022)

Kepedulian Satgas Pamtas Yonif 123/Rajawali, Tete Natalie Tidak Lagi Berjalan Pakai Tongkat

Dasantatgas Yonif 123/RW mengatakan, pemberian kaki prostetik ini bertepatan dengan hari kasih sayang.

“Dengan momen ini kami ingin menunjukkan rasa kasih sayang kita kepada warga dan sebagai wujud kepedulian satgas kepada masyarakat perbatasan, ” ucap Dansatgas

Lebih lanjut Dansatgas menceritakan bahwa berawal saudara Tete ini berobat ke Pos karena alami luka ringan dan ditangani oleh dokter Satgas, pada saat itu dia menggunakan (tongkat) alat bantu berjalan.

“Saya menanyakan kepada saudara Tete sebab terjadinya amputasi pada kakinya, dan ia mengatakan sebab amputasi karena sakit diabetes dan tetap harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, ” tuturnya.

Kepedulian Satgas Pamtas Yonif 123/Rajawali, Tete Natalie Tidak Lagi Berjalan Pakai Tongkat

Melihat hal itu Dansatgas berinisiatif untuk memberikan kaki palsu. Esoknya dengan didampingi dokter Satgas langsung dilakukan konsultasi dengan dokter Ortopedi dr.Mario Simatupang SpOT di RSUD Kabupaten Merauke dan proses pengukuran pembuatan kaki prostetik dilakukan di Klinik Ganesa Husada Merauke.

“Proses pembuatannya dibutuhkan waktu hingga 1 bulan, dipesan langsung dari Jakarta, ” ungkap Goklas.

Sambil menangis haru Tete Natalie mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Dansatgas beserta prajurit satgas yang telah peduli pada kondisinya dan memberikan kaki prostetik secara gratis.

Kepedulian Satgas Pamtas Yonif 123/Rajawali, Tete Natalie Tidak Lagi Berjalan Pakai Tongkat

“Terima Kasih Bapak Komandan dan Bapak TNI Yonif 123/Rajawali yang telah memberikan kaki prostetik kepada saya, dan sangat peduli dengan kami, semoga bapak TNI khususnya dari Yonif 123/RW selalu diberkahi Tuhan dan sukses dalam tugas, ” ucap Tete sambil mengusap air mata

Kini Tete dapat berjalan dengan normal meskipun masih belajar dan menyesuaikan pada kaki prostetiknya, dan dia bisa beraktivitas secara normal untuk terus berjuang menafkahi keluarganya.

Hadir pada saat penyerahan tersebut Kepala Kampung Sipias, Pendeta Gereja Siloam Gerisar dan tokoh masyarakat serta keluarga besar Tete Natalie. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan