Artikel

Musnahkan Virus Covid-19, Ini Cara Sederhana Membuat Disinfektan

Dibaca: 208 By 14 Apr 2020Tidak ada komentar
Musnahkan Virus Covid-19, Ini Cara Sederhana Membuat Disinfektan
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Setelah beberapa waktu lalu dibahas tentang apa itu disinfektan dan antiseptik, maka kali ini akan dibahas tentang bagaimana membuat disinfektan dengan cara yang sederhana dan menggunakan bahan dan peralatan yang ada di sekitar rumah.

Sebagaimana dijelaskan World Health Organization (WHO) dalam lamannya, virus Corona telah menginfeksi sekitar 1.773.008 orang di 213 negara/wilayah dan di antaranya 111.652 orang meninggal (Last update: 13 April 2020, 07:00 GMT+7).

Coronavirus

Sementara itu Johns Hopkins University and Medicine mengupdate per 13 April 2020 pukul 08.21 AM, sekitar 1.864.624 orang di 185 negara/wilayah terpapar virus Corona dan di antaranya 116.052 meninggal dunia.

Sedangkan di Indonesia, dari data Covid19.go.id yang diaskes pada 13/4/2020 pukul 22.37 WIB diperoleh data terkonfimasi 4.557 orang dan 3.778 dalam perawatan serta 380 orang sembuh dan 399 meninggal.

Musnahkan Virus Covid-19, Ini Cara Sederhana Membuat Disinfektan

Dari ketiga data diatas, maka ancaman pandemi virus Covid-19 ini tentu perlu perhatian khusus dan untuk mencegahnya yang paling mudah adalah dengan tindakan preventif berupa cuci tangan dengan air mengalir minimal 20 detik atau menggunakan hand sanitizer, penggunaan masker, menjaga pola makan dan pola hidup sehat serta mendisinfektan material atau benda-benda yang ada di sekitar kita.

Sebagaimana disampaikan WHO, salah satu standar untuk pencegahan penyebaran virus Corona adalah masalah sanitasi berupa kebersihan lingkungan segala ancaman berbagai macam penyakit, yaitu dengan penyemprotan menggunakan cairan disinfektan.

Musnahkan Virus Covid-19, Ini Cara Sederhana Membuat Disinfektan

Disinfektan dapat merusak lapisan lemak tersebut, sehingga buat virus corona cukup lemah dibandingkan dengan norovirus yang mwrupakan virus ranpa selubung dan virus lainnyavyang memiliki cangkang protein yang lebih kuat” kata Ajeng Arum Sari, Kelapa Loka Penelitian Teknologi Bersih Lipi dalam keterangannya yang di lansir Antara, Selasa (24/3/2020).

Akan tetapi, komoditi seperti masker, hand sanitizer dan cairan disinfektan kini, mengalami kelangkaan di pasar dalam negeri.

Pasca pemerintah dalam hal ini Presiden RI Joko Widodo menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker dan kemudian diperjelas oleh Jubir Gugus Tugas Penanganan Virus Covid -19 Ahmad Yurianto bahwa masker kain dapat digunakan bagi yang sehat serta masker bedah dan N-95 bagi yang sakit dan tenaga Kesehatan, maka menjadi salah satu alternatif solusi bagi masyarakat untuk membuat masker sendiri, seperti halnya saat pembuatan hand sanitizer.

Baca juga:  Danramil Wanita Pimpin Patroli Perbatasan RI-PNG

Yang masih menyisakan adalah bagaimana kita menjaga lingkungan kita sehat bersih, sementara ketersediaan disinfektan juga terbatas dan ditambah kalau ada pun harganya cukup mahal.

Cairan Disinfektan Bisa Dibuat Sendiri

NBC News, Sabtu (21/3/2020), terdapat beberapa disinfektan yang efektif untuk digunakan untuk menangkal penyebaran berbagai virus dan bakteri, termasuk virus Corona.

1. Sabun dan air

Sabun dapat menghilangkan partikel virus yang menempel pada permukaan seperti tangan, wajah atau meja, sementara air bisa menyapu virus dan bakteri hingga bersih. Ini diperkuat dengan pernyataan seorang ahli kimia organik dan anggota American Chemical Society, Richard Sachleben bahwa sebagian besar produk pembersih (sabun) merupakan deterjen yang dapat menghilangkan dan juga membunuh kuman.

2. Pemutih.
Dibalik bau yang menyengat, sebagaimana disampaikan profesor penyakit menular di University of Washington Medical Center, dr. Paul Pottinger, pemutih sangat efektif untuk membunuh virus corona, bahkan hampir semua kuman yang ada di planet ini bisa mati dengan pemutih.

Pemutih pakaian, bisa mengurai protein pada bakteri sehingga ampuh untuk membunuhnya dan The Center for Disease Prevention and Control (CDC) merekomendasikan untuk mencampur pemutih pakaian dengan air pada perbandingan 1:10.

Anjuran dari WHO seperti berikut, pengenceran 5 persen sodium hipoklorit dengan perbandingan 1:100 biasa dianjurkan.

Gunakan 1 bagian bahan pemutih untuk 99 bagian air ledeng dingin (pengenceran 1:100) untuk disinfeksi permukaan. Perhatikan takaran antara cairan pemutih dan air seperti disebutkan di atas. Konsentrasi cairan pemutih, sebisa mungkin tidak terlalu tinggi.

Sementara World Health Organization (WHO) menjelaskan, klorin adalah disinfektan terbaik untuk membunuh virus H5N1 (Avian Influenza). Ada dua alasan klorin baik digunakan sebagai disinfektan. Produk rumah tangga berbahan dasar klorin (termasuk pemutih pakaian) dengan mudah ditemukan di negara-negara berkembang.

3. Hidrogen peroksida
Hidrogen peroksida tidak memiliki kekuatan seperti pemutih, sehingga lebih kecil kemungkinannya untuk menyebabkan kerusakan. Sayangnya cairan ini terbukti dapat menghitamkan beberapa kain.

Hidrogen peroksida adalah senyawa kimia dengan rumus H2O2. Dalam bentuk murninya, ia berupa cairan bening berwarna biru pucat, sedikit lebih kental daripada air. Hidrogen peroksida adalah peroksida paling sederhana (senyawa dengan ikatan tunggal oksigen–oksigen). H2O2 digunakan sebagai oksidator, zat pemutih, dan antiseptik

Baca juga:  Marder 1A3 ‘Si Tupai Pohon’ yang Mematikan

4. Cairan pembersih lantai, memiliki bahan aktif yang lebih rendah dari cairan pemutih.

Dalam membuat disinfektan dari cairan pembersih lantai ini, dianjurkan perbandingannya tidak jauh berbeda antara cairan pembersih dengan air.

Takarannya, 10 tutup botol cairan pembersih lantai diencerkan dengan 1 liter air. Hal tersebut untuk mendapatkan konsentrasi minimal 0,5 persen bahan aktif yakni monoterpen agar efektif sebagai disinfektan. Selain itu, dapat pula ditambahkan bahan pewangi alami, misalnya air hasil rebusan sereh untuk menetralkan bau karbol yang kadang menyengat, namun bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.

5. Alkohol
Tanpa harus mengencerkannya, alkohol dengan kadar 70 persen akan membunuh virus Corona dengan potensi kerusakan yang lebih kecil daripada pemutih.

Consumer Reports mengatakan alkohol yang digosok cenderung aman untuk semua permukaan benda, tetapi dapat menghitamkan beberapa benda yang terbuat dari plastik.

CoronavirusDi sisi lain Consumer Report mengatakan agar masyarakat tidak menggunakan cuka putih yang disuling atau vodka. Tidak ada bukti yang menyatakan kalau kedua cairan ini efektif untuk membasmi virus Corona. Konsentrasi alkohol yang ada di dalam vodka tidak cukup tinggi untuk membunuh virus.

Handmade Vodka Tito mengatakan bahwa vodka buatan mereka hanya mengandung 40 persen alkohol. Kadar seperti itu tidak memenuhi rekomendasi CDC. Pasalnya untuk pembersih tangan saja suatu disinfektan memerlukan alkohol paling tidak dengan kadar 60 persen.

Dari keempat disinfektan yang disebutkan sebelumnya, Dokter Spesialis Emergensi AGD Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Handrian Purawijaya, Sp.Em, mengatakan pemutih adalah disinfektan yang terbukti aman dan bahan bakunya mudah untuk dicari.

Menurut dr. Handrian pemutih yang mengandung zat klorin bisa digunakan sebagai disinfektan yang bisa membunuh kuman dan virus. Bahkan World Health Organization (WHO), merekomendasikan bahan aktif klorin sebagai disinfektan yang paling ampuh.

“Sama seperti di China juga. Banyak disinfektan berbahan dasar klorin, tapi bahan dasar yang paling mudah dicari adalah pemutih pakaian karena mengandung klorin lima persen makanya harus diencerkan dulu. Tapi untuk sementara bahan yang direkomendasikan itu dari klorin atau hipoklorin,” terang dr. Handrian dalam Workshop Virtual Kesiapan Nakes dan Faskes serta Dukungan Psikososial Dalam Penanggulangan Covid-19.

Baca juga:  Tata Cara Penulisan Berita di Media Online Angkatan Darat

“Cara bikin cairan disinfektan sendiri: pemutih 95 ml ditambah air 905 ml (jadi total 1000ml/1 L). Pemutih mengandung sodium hypochlorite (natrium hipoklorit) dengan konsentrasi 5.25%. Untuk bahan disinfektan, dibutuhkan natrium hipoklorit 0.5%. Jadi untuk mendapat konsentrasi yang sesuai, perlu pengenceran,” tulis Najwa dalam akun instagram-nya @najwashihab .

5 Hal perlu diperhatikan dalam pembuatan disinfektan.

a. Selalu cek kandungan cairan pemutih. Pada cairan pemutih atau sodium hipoklorit pada umumnya memiliki kandungan konsentrasi antara 2,5-5 persen.

b. Jangan gunakan air panas. Saat melakukan pencampuran antara air dengan cairan pemutih pakaian tadi, jangan mencoba-coba gunakan air panas. Jika dicampur dengan air panas, akan mengurangi khasiat dari sodium hipoklorit tersebut.

c. Buat sesuai takaran. Takaran yang dianjurkan yakni 0.05 persen. Pengenceran terhadap sodium hipoklorit 5 persen dilakukan dengan perbandingan 1:100.

Contohnya, 1 bagian bahan pemutih untuk 99 bagian air.
Untuk mencapai konsentrasi sodium hipoklorit, perbandingan bahan pemutih dan air harus sesuai.

d. Waktu kontak harus diperhatikan. Dianjurkan waktu kontak tidak lebih dari 10 menit ketika menggunakan cairan disinfektan untuk menggosok permukaan tak berpori. Selain itu, proses disinfeksi dengan merendam peralatan dianjurkan waktu kontak tak lebih dari 30 menit.

e. Bersihkan dari bahan-bahan organik. Sebelum menggunakan disinfektan, permukaan yang akan dibersihkan juga harus dibersihkan dari pengotor bahan-bahan organik seperti lendir, muntah, feses, darah atau cairan tubuh lain.

Cara penggunaan Penggunaan Disinfektan.

Musnahkan Virus Covid-19, Ini Cara Sederhana Membuat Disinfektan

– Cairan disinfektan dapat disemprotkan pada permukaan yang sering disentuh, antara lain
permukaan benda misalnya telepon, sakelar lampu, meja, gagang pintu, keran, wastafel, kamar mandi, dan toilet.

– Disarankan agar tidak menyemprotkan secara langsung ke permukaan yang sangat terkontaminasi karena akan membuat virus menyebar ke udara. Caranya, mendisinfeksi permukaan tersebut dengan menggunakan kain yang telah dibasahi terlebih dahulu dengan larutan disinfektan.

– Apabila semua orang di dalam rumah sehat-sehat saja, sabun atau deterjen saja sebenarnya sudah cukup untuk mendisinfektan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel