Kodam XVIII/Kasuari

Pangdam Kasuari : Prajurit Harus Berani Mengorbankan Darahnya Untuk NKRI

Dibaca: 16 Oleh 12 Apr 2021Tidak ada komentar
Pangdam Kasuari : Prajurit Harus Berani Mengorbankan Darahnya Untuk NKRI
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Tanamkan terus doktrin kepada prajurit-prajurit muda kita, untuk menjadi prajurit yang setia dan berani mengorbankan darahnya demi membela NKRI.

Hal tersebut dikatakan Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr. (Han) saat memberikan pengarahan dihadapan para pelatih dan pembina usai menutup Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang II TA 2020, di lapangan upacara Rindam XVIII/Kasuari, Distrik Momi Waren, Manokwari Selatan, Papua Barat, Sabtu (10/4/2021).

Pangdam berpesan agar setiap prajurit harus mampu membangun karakter yang kuat dan memegang teguh komitmen untuk selalu mencintai tanah air, berwawasan kebangsaan dan dicintai rakyat. Sehingga dalam menghadapi segala bentuk ancaman yang merongrong kedaulatan bangsa, prajurit harus berani mengorbankan darahnya untuk NKRI.

Pangdam Kasuari : Prajurit Harus Berani Mengorbankan Darahnya Untuk NKRI

Pangdam berharap kepada seluruh prajurit Rindam untuk selalu mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan, serta meningkatkan ‘zero accident’ atau nol kecelakan dalam setiap kegiatan pendidikan dan latihan.

Usai memberikan arahan, Pangdam menyerahkan bantuan untuk Rindam XVIII/Kasuari berupa 1 unit kendaraan ambulans, 1 unit motor viar, ratusan masker kesehatan, dan pisau kapak untuk para peserta didik di Rindam berlatih Lempika (lempar pisau dan kapak).

Perlu diketahui, sehari sebelumnya, saat melakukan video conference bersama para orang tua Calon Siswa Tamtama PK TNI-AD Gel I Tahun 2021, Pangdam juga menyampaikan pesan terkait pelaksanaan werving calon Prajurit TNI AD.

“Kita tidak boleh main-main dengan werving atau seleksi, karena pendidikan tentara itu gratis, tidak bayar. Saya tegaskan, jangan pernah main-main dengan uang,” tegasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel