Berita Satuan

Personel Satgas Yonif RK 744 Menggelar Penyuluhan Anti Kekerasan Perempuan dan Anak serta HIV AIDS

Dibaca: 10 Oleh 02 Des 2020Tidak ada komentar
Personel Satgas Yonif RK 744 Menggelar Penyuluhan Anti Kekerasan Perempuan dan Anak serta HIV AIDS
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id- Dalam rangka peringatan (16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak (16-HAKTP), Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB bekerja sama dengan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak. (DPPA) Kabupaten Belu menggelar sosialisasi/penyuluhan yang bertema “Merajut Perdamaian Di Beranda Indonesia, Wujudkan Kabupaten Belu Bebas Kekerasan Perempuan dan Anak, serta Stop HIV dan AIDS Pada Ibu Rumah Tangga” di Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Hal tersebut disampaikan oleh Dansatgas Yonif RK 744/SYB Letkol Alfat Denny Andrian, dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Rabu (2/12/2020).

Dikatakannya, Kesehatan merupakan salah satu hal terpenting bagi masyarakat. Selain kesehatan ada hal penting yang wajib juga diketahui bersama, bahwa setiap orang memiliki hak memperoleh perlindungan hukum sebagaimana diatur undang-undang, terutama terhadap kekerasan dalam rumah tangga.

“Khususnya perempuan dan anak, bahwa hak tersebut dilindungi oleh negara/pemerintah dan memiliki wadah yaitu Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak. Dalam mewujudkan hal tersebut, Personel Satgas ikut andil dalam pelaksanaannya melalui sosialisasi yang digelar tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak dan mencegah terpaparnya virus HIV AIDS, ” jelasnya

Penyuluhan ini dilaksanakan di Kantor Desa Asumanu dan dihadiri oleh 25 orang yang merupakan masyarakat Desa Asumanu.

Penyuluhan ini juga dihadiri oleh Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak yaitu Ibu Filomena (48), Komisi HIV dan AIDS Marcel Siga (42), Kepala Desa Asumanu Gervasius Bau, Dokter Satgas 744/SYB Rukmana Wijayanto, Pasiter Lettu Inf Mukmin, Danpos Asumanu Lettu Inf Ida Ketut Kemenuh beserta personel Satgas Pos Asumanu yang lain.

Di tempat terpisah Danpos Asumanu mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan penyuluhan tersebut disambut baik oleh masyarakat desa Asumanu, terlihat dari antusiasme masyarakat yang sangat tinggi.

“Hal ini perlu disosialisasikan agar masyarakat memahami bahaya HIV AIDS serta memahami tentang perlindungan hak perempuan dan anak.” tutur Ida Ketut Kemenuh.
“Tujuan dilakukannya penyuluhan ini yaitu ada dua poin, di antaranya agar masyarakat dapat mengetahui tentang HIV AIDS, apa saja gejala yang muncul pada penderita, penyebab HIV AIDS, bahaya HIV AIDS, dan cara mencegah penyakit berbahaya tersebut serta agar masyarakat mengetahui tentang adanya undang-undang yang mengatur tentang perlindungan Perempuan dan anak serta mengetahui adanya instansi yang menangani sekaligus sebagai wadah dalam hal tersebut.” ungkapnya.

Dari kegiatan tersebut, masing-masing pihak memberikan sambutan dan arahan kepada masyarakat sehingga masyarakat kemudian akan mengerti tentang hal penting yang telah dijelaskan. Ucapan terima kasih disampaikan oleh Gervasius Bau selaku kepala Desa sekaligus mewakili warganya .

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang menangani kasus perlindungan perempuan dan anak, penyuluh HIV AIDS dan juga kepada personel Satgas yang telah berpartisipasi dalam penyuluhan ini. Penyuluhan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan menambah wawasan bagi masyarakat untuk senantiasa menerapkan hidup sehat dan terhindar dari HIV AIDS. Selain itu, masyarakat juga mengetahui tentang adanya perlindungan perempuan dan anak di dalam negara, ” pungkas Gervasius Bau. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel