Kostrad

Satgas Pamtas Yonif Raider 321 Kostrad Ajak Anak-Anak Lestarikan Hutan

Dibaca: 65 Oleh 02 Feb 2017Januari 22nd, 2018Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Prajurit TNI Satuan Tugas Pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Raider 321/Galuh Taruna Kostrad mengajak anak-anak untuk melaksanakan penghijauan di daerah perbatasan RI-Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Nusa Tenggara Timur, Rabu (1/2/2017).

Komandan Pos Sektor Barat Imbate Serka Asep Nana mengatakan, pengjihauan ini dilakukan dalam rangka mengatasi kesulitan air yang sering dihadapi oleh masyarakat di perbatasan RI-RDTL terutama pada musim kemarau. “Tidak jarang warga harus berjalan berkilo-kilo meter mencari sumber air untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,”katanya.

Serka Asep menyampaikan, melihat kondisi ini, Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif R 321/GT bekerja sama dengan Dinas Kehutanan berupaya melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat kelestarian hutan. “Kita menghimbau kepada orang tua dan anak-anak untuk meninggalkan pola bakar hutan yang selama ini dilakukan,”ujarnya.

“Sebanyak 12.000 pohon yang terdiri dari pohon trembesi dan pohon tanjung yang disebar ke seluruh pos jajaran Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif R 321/GT Kostrad Wilayah Sektor Barat. Tidak hanya sekedar melaksanakan penghijauan saja, tetapi kita tumbuhkan kesadaran masyarakat untuk merawat dan menjaga kelestariannya,”ungkap Asep.

Untuk menumbuhkan semangat melestarikan hutan, Serka Asep mengajak anak-anak sekolah SD dan SMP untuk bersama-sama menanam pohon sekaligus mengajari bagaimana cara merawat tanaman agar cepat tumbuh subur. “Antusiasme anak-anak sangat besar mengikuti kegiatan ini, karena baru kali ini dilakukan melibatkan anak-anak sekolah,”sambungnya.

Kepala Sekolah SMP Latenaek, Famus mengatakan, mengajari anak-anak usia dini seperti yang dilakukan Bapak Asep merupakan pengalaman baru bagi masyarakat yang tinggal di perbatasan. “Saya berharap dengan cara ini, anak-anak makin mencintai lingkungan dan timbul kesadaran untuk menjaganya,”katanya.

Sementara Barnamas Kepala Sekolah SDN Letenaek menyampaikan, sosialisasi penghijauan pada usia dini memang sangat penting dilakukan agar anak-anak tahu bagaimana menanam pohon. “Manfaat hutan sangat besar dalam menghadirkan sumber mata air, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan dalam mencari air,”pesannya.

oreksian : 9. Satgas Pamtas Yonif Raider 321 Kostrad Ajak Anak-Anak Lestarikan Hutan

Prajurit TNI Satuan Tugas Pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Raider 321/Galuh Taruna Kostrad mengajak anak-anak untuk melaksanakan penghijauan di daerah perbatasan RI-Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Nusa Tenggara Timur, Rabu (1/2/2017).

Komandan Pos Sektor Barat Imbate Serka Asep Nana mengatakan, pengjihauan ini dilakukan dalam rangka mengatasi kesulitan air yang sering dihadapi oleh masyarakat di perbatasan RI-RDTL terutama pada musim kemarau. “Tidak jarang warga harus berjalan berkilo-kilo meter mencari sumber air untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,”katanya.

Serka Asep menyampaikan, melihat kondisi ini, Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif R 321/GT bekerja sama dengan Dinas Kehutanan berupaya melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat kelestarian hutan. “Kita menghimbau kepada orang tua dan anak-anak untuk meninggalkan pola bakar hutan yang selama ini dilakukan,”ujarnya.

“Sebanyak 12.000 pohon yang terdiri dari pohon trembesi dan pohon tanjung yang disebar ke seluruh pos jajaran Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif R 321/GT Kostrad Wilayah Sektor Barat. Tidak hanya sekedar melaksanakan penghijauan saja, tetapi kita tumbuhkan kesadaran masyarakat untuk merawat dan menjaga kelestariannya,”ungkap Asep.

Untuk menumbuhkan semangat melestarikan hutan, Serka Asep mengajak anak-anak sekolah SD dan SMP untuk bersama-sama menanam pohon sekaligus mengajari bagaimana cara merawat tanaman agar cepat tumbuh subur. “Antusiasme anak-anak sangat besar mengikuti kegiatan ini, karena baru kali ini dilakukan melibatkan anak-anak sekolah,”sambungnya.

Kepala Sekolah SMP Latenaek, Famus mengatakan, mengajari anak-anak usia dini seperti yang dilakukan Bapak Asep merupakan pengalaman baru bagi masyarakat yang tinggal di perbatasan. “Saya berharap dengan cara ini, anak-anak makin mencintai lingkungan dan timbul kesadaran untuk menjaganya,”katanya.

Sementara Barnamas Kepala Sekolah SDN Letenaek menyampaikan, sosialisasi penghijauan pada usia dini memang sangat penting dilakukan agar anak-anak tahu bagaimana menanam pohon. “Manfaat hutan sangat besar dalam menghadirkan sumber mata air, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan dalam mencari air,”pesannya.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel