Kodam XII/Tanjungpura

Serentak, Kodam XII/Tpr Gelar Pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19

Dibaca: 16 Oleh 03 Nov 2020Tidak ada komentar
Serentak, Kodam XII/Tpr Gelar Pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di wilayah Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Kalimantan Tengah, Kodam XII/Tanjungpura melaksanakan Pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 secara serentak di 213 titik lokasi di wilayah Kodam XII/Tpr.

Hal tersebut disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tpr Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe, S.Sos, dalam keterangan tertulisnya di Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (3/11/2020).

Diungkapkan Kapendam, pada Senin (2/11/2020) di wilayah Provinsi Kalimantan Barat pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 dilakukan di 150 titik lokasi, sedangkan untuk di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah pencanangan dilakukan tersebar di 63 titik lokasi.

“Dalam kegiatan ini, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad berkesempatan langsung melakukan pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 di Kantor Desa Sungai Raya, Sungai Raya,” ujarnya.

“Kegiatan ini dihadiri pula Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., Kapolda Kalbar, Irjen Pol. R. Sigid Tri Hardjanto, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan serta unsur Forkopimda lainnya. Adapun tema kali ini, “Melawan di Era Milenial Adalah Pahlawan yang Memutus Mata Rantai Covid-19,” jelas Aulia Fahmi.

Pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 di wilayah Kodam XII/Tpr ditandai dengan penyerahan APD oleh Pangdam XII/Tpr serta Forkopimda Kalimantan Barat kepada anggota Satgas Covid-19 Desa Sungai Raya.

Serentak, Kodam XII/Tpr Gelar Pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19

Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menjelaskan, pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 dilatarbelakangi adanya petunjuk Satgas Covid-19 Pusat serta pertimbangannya bahwa tingkat kenaikan kasus terkonfirmasi di wilayah Kodam XII/Tpr ini sudah mulai meningkat.

“Oleh karenanya kita harus melakukan upaya-upaya secara cepat, dengan pencanangan Satgas Tangkal Covid-19 sampai di tingkat desa bahkan sampai tingkat RT,” urainya.

Lanjut Pangdam mengatakan, dengan adanya Satgas sampai di tingkat desa nantinya diharapkan dapat mensitimulus individu-individu di masyarakat agar memiliki kesadaran melaksanakan protokol kesehatan khususnya 3 M. Bagaimana masyarakat selalu menggunakan masker, mencuci tangan serta menjaga jarak. Hal inilah yang harus menjadi budaya, dan melalui Satgas inilah unsur-unsur yang ada di desa diberikan tugas untuk mengubah perilaku masyarakat dengan cara-cara sosialisasi dan mitigasi.

“Diharapkan tingkat kesadaran masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan bisa menjadi suatu kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian apabila ini sudah tercapai, otomatis adaptasi kebiasaan baru akan terwujud. Kalau ini semua sudah terwujud kita aman dari Covid- 19 pasti akan produktif masyarakatnya,” tandasnya.

Sedangkan Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., mengapresiasi pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19 yang dilaksanakan oleh Kodam XII/Tpr.

“Pencanangan Satgas sampai tingkat RT ini sangat bagus. Tapi RT-nya harus tegas. Kalau ada satu yang positif di wilayahnya, RT-nya langsung lihat kondisi rumahnya kalau tidak memungkinkan isolasi disitu bawa ke tempat isolasi yang disiapkan oleh pemerintah supaya tidak tersebar karena sekarang ini kluster rumah tangga lebih banyak,” ucap Gubernur.

Serentak, Kodam XII/Tpr Gelar Pencanangan Satgas Desa Tangkal Covid-19

Gubernur berharap, mudah-mudahan ini secara cepat bisa direalisasikan walaupun sebenarnya programnya tahun 2021 tapi Kalimantan Barat mendahului mudah-mudahan diharapkan lebih siap.

H. Sutarmidji mengatakan, upaya penanganan Covid-19 tidak bisa tidak harus dilakukan secara masif sampai lapisan bawah karena menurutnya semakin ke depan semakin berat kasus ini. Disampaikannya, Kalbar sempat 5 bulan angka kematiannya hanya 4. Sekarang ini peningkatannya dari 600 ke 1600, dan angka kematian meningkat tiga kali lipat dari 4 sekarang sudah 21. Sedangkan yang terpapar dari 500 sekarang 1600, terjadi peningkatan 2 kali lipat serta angka kematian ada 3 kali lipat lebih.

“Itu yang harus kita analisis kenapa bisa terjadi. Hasil akhir dari Satgas ini adalah adanya perubahan perilaku,” kata mantan Walikota Pontianak ini.

Hal senada disampaikan Kapolda Kalbar, Irjen Pol. R. Sigid Tri Hardjanto, dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk lebih serius lagi dalam menanggulangi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Mudah-mudahan program ini bisa menjadi virus artinya menyebar di beberapa desa sehingga kegiatan yang dilakukan relawan ini nantinya bisa menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat yang ada di desa,” pungkasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel