Berita Satuan

Simpati, Warga Afrika Tengah Serahkan Mortir dan Munisi Ke Kizi TNI Konga XXXVII-F

Dibaca: 28 Oleh 23 Jan 2020Tidak ada komentar
Simpati, Warga Afrika Tengah Serahkan Mortir dan Munisi Ke Kizi TNI Konga XXXVII-F
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Keberhasilan Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XXXVII-F Minusca CAR menerima secara sukarela dari warga berupa Mortir dan munisi, merupakan hasil nyata dari rasa simpati dan kepercayaan terhadap keberadaan para prajurit di daerah penugasan Afrika Tengah.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Kizi TNI Konga XXXVII-F Minusca CAR Mayor Czi Irsyad dalam keterangan tertulisnya di Afrika Tengah. Kamis, (23/1/2020).

Dansatgas mengatakan, penyerahan granat dan munisi oleh warga berlangsung pada hari Selasa (21/1/2020), dan diterima langsung oleh Dantim Explosive Ordnance Disposal (EOD) Kapten Czi Yonart Pragolo di kantor Gendarmerie 4 Arrondissement, Kota Bangui

“Yang diserahkan terdiri dari Granat Manggis, PG 7 ammo, Amunisi Mortir, amunisi 7,62 mm dan amunisi 12 mm yang kesemuanya merupakan sisa konflik Afrika Tengah beberapa waktu lalu,’’ ujar Irsyad.

“Keberhasilan ini merupakan wujud nyata dari berbagai kegiatan positif dan pendekatan yang dilakukan melalui komunikasi sosial dan juga kegiatan lain yang langsung bersentuhan dengan warga,’’ terangnya.

Dirinya berharap, melalui kegiatan Civil Military and Coordination (Cimic) yang terus dilakukan Satgas dapat membuahkan hasil nyata demi terwujudnya perdamaian di Afrika Tengah.

Baca juga:  TNI Gelar Pengobatan Massal Gratis di Darfur Barat

Sementara itu, Kapten Yonart mengatakan, melindungi warga sipil adalah tugas utama sebagai satuan yang tergabung dalam UN Peacekeeper.

“Dengan membuat rasa aman, nyaman serta menenangkan hati dan pikiran masyarakat, mereka dengan sukarela menyerahkan berbagai munisi dan bahan peledak yang masih disimpannya, menanamkan kepercayaan itu kunci utama,’’ tegas Kapten Yonart.

Lebih lanjut dikatakan, beberapa masyarakat (eks milisi) menyampaikan bahwa mereka memiliki rasa was-was dan kekhawatiran dikala masih menyimpan bahan-bahan peledak seperti senjata, granat, munisi serta bahan peledak lainnya.

“Dengan adanya informasi dan laporan tersebut, kita lakukan pendekatan secara persuasif sehingga dari situlah mereka sadar bahwa senjata dan kekerasan tidak dapat memberikan rasa aman apalagi hidup tentram,’’ jelasnya.

“Saat ini granat dan munisi kita simpan di EOD Storage IEC Satgas, untuk diamankan sesuai ketentuan dan peraturan UN,’’ tandasnya. (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel