Skip to main content
Kodam IV/Diponegoro

Tradisi Sangkur Pora Sebagai Tanda Purna Tugas Sertu Nurwahid

Dibaca: 277 Oleh 20 Sep 2023Tidak ada komentar
Tradisi Sangkur Pora Sebagai Tanda Purna Tugas Sertu Nurwahid
#TNIAD #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Setelah mengabdi setelah lebih dari 3 dasawarsa Sertu Nurwahid anggota Babinsa Koramil 06/Kertek Kodim 0707/Wonosobo mengakhiri masa dinasnya karena sudah memasuki masa pensiun. Acara pelepasan tersebut dibalut dalam tradisi sangkur pora anggota Makodim yang dipimpin Langsung oleh Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Helmy. Senin (18/9/2023)

“Atas nama Bangsa dan Negara kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sertu Nurwahid beserta keluarga yang telah mengabdi kepada bangsa dan negara lewat jalur TNI ini khususnya di Kodim 0707/Wonosobo. Selama lebih dari 3 dasawarsa bukanlah waktu yang pendek. Tentu banyak suka duka dan pengorbanan yang telah dilakukan selama ini. Maka sangatlah tepat menjadi inspirasi kita semua agar bisa mencontohnya bisa mengabdi sampai akhir masa waktunya dengan tanpa pelanggaran,” kata Dandim.

Tradisi Sangkur Pora diberikan sebagai sebuah bentuk penghormatan kepada prajurit yang saat ini akan melepas masa dinasnya tanpa pelanggaran. Dengan harapan menjadi sebuah kenangan yang baik di masa akhir dinasnya.

“Kita semua yang hadir menyaksikan acara sangkur pora ini harus bisa mengambil pelajaran dan manfaatnya. Bahwa dinas itu ada masa habisnya. Untuk itu selama berdinas diharapkan membuat prestasi, jika tidak jangan membuat pelanggaran. Ikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pimpinan kita. Banyak teman – teman kita yang tidak bisa berdinas sampai akhir karena berbagai macam pelanggaran. Untuk itu hindari pelanggaran karena dengan melakukan pelanggaran banyak konsekuensi yang harus diterima,” kata Letkol Inf Helmy.

Baca juga:  Danrem Pamungkas Pimpin Syukuran Purna Tugas Pamtas RI-Malaysia Yonif 403/WP

Serta yang tidak boleh dilupakan selama dinas adalah karena kita semua akan mengalami masa pensiun maka tidak ada salahnya mempersiapkan diri apa yang akan dilaksanakan setelah pensiun itu. Itu harus diprogram secara cermat dan tepat dengan memperhatikan kemampuan dan keadaan diri kita masing -masing. Kita tidak boleh terlena saat bertugas. Jika itu terjadi maka begitu dilepas bingung harus berbuat apa. Sementara tenaga dan pikiran sudah tidak seperti dahulu lagi. Pungkas Dandim.(Dispenad)

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel