TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Babinsa Sebagai Public Relation Dalam Program KKBPK

By 13 Oct 2015 06:18Kodam IX/Udayana
danrem 161 b

Danrem 161/WS, Brigjen TNI Heri Wiranto, S.E.,M.M., memberikan sambutan pada acara pembukaan sosialisasi program KB dan Pentaloka/Penataran bagi Para Babinsa Jajaran Korem 161/WS sebagai Public Relation guna Mendukung Program Kependudukan Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), Senen (12/10) bertempat di Hotel Neo By Aston, Kupang, NTT.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama atau MuO antara BKKBN RI dengan Panglima TNI yang dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2015. Adapun rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 11 sampai dengan 13 Oktober 2015 diawali dengan pembukaan, laporan ketua panitia penyelenggara dalam hal ini oleh Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi NTT, Kresa Putra, S.H., M. Si., serta sambutan-sambutan dari Danrem 161/WS, Kepala BKKBN RI, dr. Surya Chandra Surapaty, M. Ph.D., yang sekaligus membuka secara resmi acara ini dan pembekalan materi dari beberapa nara sumber.

Dalam sambutannya, Ketua panitia penyelenggara mengatakan sosialisasi KKBPK dan Pentaloka program KB dan kependudukan harus dikerjakan bersama antar intansi yang kemudian dikembangkan dalam bentuk kemitraan termasuk dengan institusi TNI. Untuk terlaksananya program ini pentingnya komunikasi khususnya kepada masyrakat NTT yang, majemuk. Peran serta Babinsa diperlukan untuk menyebarluaskan program KB ini, memberikan pengetahuan, sikap dan prilaku tentang program KB. Kegiatan sosialisasi dan pentaloka program KB dalam mendukung KKBPK ini, melibatkan 140 orang peserta dengan perincian 100 orang untuk kegiatan sosialisasi baik sipil maupun militer, sementara khusus 40 melaksanakan Pentaloka penataran bagi para Babinsa sebagai public relation untuk mendukung program KKBPK.

Danrem 161/WS, pada sambutannya mengatakan rasa hormat dan terima kasih atas kepercayaan dan kerjasama sehingga kegiatan Pentaloka bagi Para Babinsa Jajaran Korem 161/WS dapat terselenggara. Kegiatan ini merupakan wujud nyata adanya sinergitas yang tinggi antara TNI dan BKKBN, khususnya di wilayah NTT yang senantiasa perlu ditingkatkan. Lebih lanjut Danrem mengatakan, sebagai tindak lanjut pertemuan Kepala BKKBN RI dengan Pangliman TNI pada bulan Mei tahun 2015 lalu, kegiatan ini memiliki arti yang sangat penting guna meningkatkan wawasan dan pemahaman para Babinsa, sebagai ujung tombak pemerintah dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dan mengatur jarak kelahiran anak dalam keluarga untuk mendukung kelancaran dan kesuksesan program KKBPK di wilayah NTT. Untuk itu Danrem berharap kepada Para Babinsa untuk mengikuti kegiatan ini dengan tertib dan penuh kesungguhan , sehingga segala materi yang disampaikan dapat dipahami dan mampu diaktualisasikan secara optimal di wilayah tugas masing-masing.

Sementara Kepala BKKBN RI, mengatakan permasahan penduduk di negara kita sangatlah kompleks, enanganannya perlu lintas sektoral termasuk dengan TNI. Laju penduduk negara kita yang tinggi, tidak merata dan dengan kualitas rendah dimana rata-rata jenjang pendidikan hanya sampai pada tingkat kelas VII atau SMP, ini menjadi beban bagi pemerintah terkait penyediaan sandang dan pangan. Jumlah penduduk yang besar juga akan menimbulkan berbagai masalah sosial seperti kemiskinan dan pengangguran.Disinggung juga tentang jumlah penduduk Indonesia yang saat ini sudah mencapai 237,5 Juta Jiwa yang diprediksi pada tahun 2035 akan mencapai 255,5 Juta Jiwa dengan indeks pembangunan manusia Indonesia yang hanya berada pada peringkat 108 dunia dari 187 negara dan berada di peringkat 5 di Asean dari sebelas negara masih membutuhkan kerja keras untuk meningkatkan kualitas penduduk Indonesia. Di sisi lain sejak tahun 2012 negara  kita mengalami bonus demografi yaitu penduduk potensial kerja usia empat belas tahun ke atas,  yang mana kondisi ini akan berlangsung sampai tahun 2045.

Khusus untuk Provinsi NTT data yang ada menunjukkan rentang waktu dari tahun 2010 sampai dengan 2035 tidak akan mengalami bonus demografi yang disebabkan tingginya ratio ketergantungan penduduk serta tingginya migrasi keluar penduduk NTT ke daerah lain dengan alasan ekonomi. Untuk itu kerja keras dan sinergitas antara pemerintah dan instansi lain termasuk TNI di wilayah NTT untuk membangun keberhasilan program kependudukan ini. Kemudian ditambahkan pula tentang program pemerintah tentang Nawa Cita, yang mana agenda kelima menyebutkan peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia yang sangat berkaitan dengan kualitas keluarga. Untuk itu dibutuhkan revolusi mental yang berbasis keluarga juga.

Selesai pembukaan acara ini, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan pelayanan kesehatan dan KB yang bertempat di pos pelayanan terpadu Asrama Kuanino.Acara ini dihadiri oleh, Danrem 161/WS, Kepala BKKBN RI, Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi NTT, Kasiter Korem, Dandim 1604/Kupang, Para Dan/Ka/Pa Satdisjan Balak Aju Korem, Wakil Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161, unsur TNI, sipil, FKPPI dan Insan Pers

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Babinsa Sebagai Public Relation Dalam Program KKBPK