Berita Satuan

Bantu Mengajar di Perbatasan, Kehadiran TNI Dirasakan Rakyat

Dibaca: 18 Oleh 28 Jan 2020Tidak ada komentar
Bantu Mengajar di Perbatasan, Kehadiran TNI Dirasakan Rakyat
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Bukan hanya menjaga dan memberikan keamanan kepada rakyat, kehadiran TNI juga dirasakan masyarakat dalam bidang pendidikan dengan membantu mengajar di sekolah yang berada di perbatasan.

Kehadiran personel Satgas Pamtas Yonif Raider 509 Kostrad sebagai pengajar, menurut Faha (50 tahun) Kepala Sekolah SD YPK Pengharapan Forwasi Wallay, dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan di perbatasan.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 509 Kostrad Letkol Inf Wira Muharommah dalam keterangan tertulisnya di Keerom, Papua, Selasa (28/1/2020).

Disampaikan Dansatgas, Satgas mengajar tersebut dilakukan personel Pos Kotis Satgas Yonif Raider 509 Kostrad di SD YPK Pengharapan Forwasi Wallay Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, pada Senin (27/1/2020).

“Pendidikan bukan semata tugas pemerintah saja, kita (Satgas) juga berinisiatif untuk menjadi tenaga pengajar di sekolah-sekolah yang ada daerah binaan, salah satunya SD YPK Pengharapan Forwasi Wallay,” kata Wira.

“Dengan demikian kehadiran TNI dapat dirasakan, bukan hanya menjaga dan memberikan keamanan kepada masyarakat, namun juga membantu mengatasi kesulitan masyarakat, salah satunya di bidang pendidikan,” lanjutnya.

“Salah satu kendala pendidikan di perbatasan ini adalah kurangnya tenaga pengajar,” tambah Wira.

Lebih lanjut disampaikan Dansatgas, dalam mengajar tersebut, personel Satgas mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung serta mengajarkan tentang wawasan kebangsaan.

“Kita berikan juga tentang wawasan kebangsaan, diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air terhadap anak-anak sehingga kedepan mereka mengabdi demi kepentingan nasional,” ucap Wira.

Senada dengan Dansatgas, Faha (50 tahun) selaku Kepala Sekolah SD YPK Pengharapan Forwasi Wallay mengungkapkan bahwa kekurangan tenaga pengajar merupakan kendala yang sekarang dihadapi di sekolahnya.

“Guru sekolah kita, hanya 4 orang yang tidak bisa hadir setiap hari karena tempat tinggalnya jauh. Sedangkan jumlah siswa kita seluruhnya 75 orang,” jelas Faha.

“Bukan saja solusi atas kendala tersebut, saya juga menyakini kehadiran bapak-bapak Tentara menjadi tenaga pengajar disini mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan di perbatasan,” pungkas Faha. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel