Satgas Pamtas

Eratkan Persaudaraan, Satgas Yonif 125 Gelar Makan Bersama Warga Bupul

Dibaca: 10 Oleh 30 Jul 2020Tidak ada komentar
Eratkan Persaudaraan, Satgas Yonif 125 Gelar Makan Bersama Warga Bupul
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Pererat hubungan dan tali persaudaraan bersama masyarakat di wilayah perbatasan RI-PNG, Satgas Yonif 125/Si’mbisa menggelar makan bersama warga Kampung Bupul, Distrik Elikobel.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 125/Si’mbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Kamis (30/7/2020).

Diungkapkan Dansatgas, kegiatan makan bersama dengan warga yang dilaksanakan Pos Bim pada Rabu (29/7/2020) bertujuan agar terjalin hubungan yang semakin akrab dan kompak.

“Sungguh senang rasanya, datang ke kampung ini mendapat sambutan yang luar biasa dari warga,” ujarnya.

Di hadapan warga, Anjuanda mengatakan bahwa kehadiran Satgas di wilayah ini selain menjaga keamanan perbatasan juga untuk membantu mengatasi kesulitan warga.

“Walau kita berasal dari suku dan budaya yang beraneka ragam, tetapi kita adalah satu yang dibungkus oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.

Selain makan bersama lanjut Anjuanda, Satgas juga membagikan bendera merah putih kepada warga untuk meningkatkan semangat nasionalisme sekaligus membuktikan bahwa kita adalah satu yaitu Indonesia.

Eratkan Persaudaraan, Satgas Yonif 125 Gelar Makan Bersama Warga Bupul

“Semangat dan patriotisme terhadap bangsa yang kita cintai harus senantiasa terpelihara dalam sanubari setiap warga negara. Dan pembagian bendera merah putih ini, salah satu langkah kita untuk lebih mencintai dan bangga akan bangsa sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, Satgas yang dipimpinnya juga berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam Papua mulai dari diri sendiri.

“Salah satunya yaitu, melarang keras prajurit melakukan perburuan satwa liar maupun memelihara burung yang dilindungi,” tandasnya.

Sementara itu, Jimmi Rohrohmana Kepala Distrik Elikobel mengucapkan terima kasih atas kebersamaan Satgas dengan warga yang selama ini sudah berjalan dengan baik.

Ia juga mengajak warganya mendukung komitmen Satgas untuk menjaga kelestarian alam Papua dan selalu membangun kebersamaan.

“Saya berharap, kebersamaan dan keakraban ini tidak berhenti sampai di sini, namun harus tetap kita pelihara dan ditingkatkan,” kata Jimmi.

Eratkan Persaudaraan, Satgas Yonif 125 Gelar Makan Bersama Warga Bupul

Adapun Anas Mogujai (55), Wakil Kepala Adat Kampung Bupul saat menerima bendera merah putih menuturkan sekelumit sejarah tentang pertama kalinya bendera merah putih dikibarkan oleh suku Yei di Kampung Kweel, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke pada tanggal 15 Agustus 1961 (sebelum bendera merah putih berkibar di Merauke).

“Sungguh bangga menjadi bagian dari NKRI tercinta, walau tinggal di wilayah perbatasan, jiwa dan raga kami hanya untuk Indonesia,” tuturnya.

“Kami juga berterima kasih atas perhatian pemerintah dan TNI kepada warga perbatasan yang terus membangun Papua dalam segala bidang, “ pungkasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel