Berita Satuan

Hadapi Wabah Covid 19, Personel Yonif 142 dan Pemuda Belu Isi Waktu Dengan Kreatifitas.

Dibaca: 23 Oleh 19 Mei 2020Tidak ada komentar
Hadapi Wabah Covid 19, Personel Yonif 142 dan Pemuda Belu Isi Waktu Dengan Kreatifitas.
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA – tniad. mil.id – Pembatasan aktivitas masyarakat akibat pandemi Covid 19 tidak menyurutkan semangat personel Satgas Yonif Raider 142 dan para pemuda Umanen Kabupaten Belu untuk berkreasi membuat pigura dengan memanfaatkan limbah kayu jati.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif R 142/KJ Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M dalam rilis tertulisnya di Atambua Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur, Minggu (17/5/2020).

Diungkapkan Ikhsanudin, kayu jati merupakan salah satu tumbuh-tumbuhan yang banyak terdapat di Kabupaten Belu, sehingga dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk membuat bahan kebutuhan rumah tangga berupa kursi, meja, lemari dan ranjang.

“Warga disini banyak sebagai pengrajin berbahan kayu jati, baik utk kebutuhan sendiri maupun untuk diperjual-belikan. Banyaknya sisa limbah pengolahan kayu jati tersebut kami manfaatkan bersama dengan pemuda Kampung Unamen untuk memberikan nilai manfaat dan nilai ekonomis, “ ujarnya.

Dikatakan Dansatgas, limbah pengolahan kayu jati banyak terdapat di sekitar Atambua Kabupaten Belu, sehingga tidak sulit untuk mendapatkan bahan baku dalam pembuatan kerajinan pigura. Dengan adanya pembatasan aktivitas warga akibat wabah Covid 19, pemuda di sini juga dapat memanfaatkan waktu dengan hasil yang produktif dan inovatif.

Baca juga:  TNI dan Polri Jabar Giat Antisipasi ISIS

“Kami berharap ilmu pengetahuan tentang kerajinan tangan pembuatan pigura ini dapat di dalami oleh pemuda sekitar, selain dapat digunakan sendiri untuk hiasan dinding di rumah, pigura juga memiliki nilai jual sehingga akan dapat menambah pendapatan masyarakat di sekitar wilayah perbatasan RI-RDTL,” ungkapnya.

Hadapi Wabah Covid 19, Personel Yonif 142 dan Pemuda Belu Isi Waktu Dengan Kreatifitas.

Lebih lanjut dikatakan, pembuatan kerajinan pigura yang dilakukan di Mako Satgas oleh Praka Azmi bersama tiga orang rekannya adalah sebagai kenang-kenangan mereka dari penugasan di Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu Agusto Fernandez Dorego (16), Matius Dossantos (14) dan Anton Bissik (13) sangat antusias belajar untuk mendapatkan ilmu pembuatan kerajinan tangan pembuatan pigura.

“Kami senang mendapat ilmu baru dalam pembuatan Pigura dari sisa kayu jati ini, semoga dapat kami jual dan menambah penghasilan untuk ekonomi keluarga, “ tukasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel