Satgas Pamtas

Lestarikan Budaya Papua, Satgas Yonif 125 Bersama Suku Yeinan Membuat Cenak

Dibaca: 78 Oleh 01 Okt 2020Tidak ada komentar
Lestarikan Budaya Papua, Satgas Yonif 125 Bersama Suku Yeinan Membuat Cenak
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Di sela-sela tugas pokoknya menjaga wilayah perbatasan negara, Satgas Yonif 125/Si’mbisa juga turut melestarikan budaya Papua dengan bersama warga membuat pakaian adat Suku Yeinan yang biasa disebut Cenak.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 125/Si’mbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam keterangan tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Kamis (1/10/2020).

Diungkapkan Dansatgas, Satgas Yonif 125/Si’mbisa yang berada di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolaksops) Korem 174/ATW juga peduli dengan budaya masayarakat di tempat penugasan, salah satunya ikut dengan warga menganyam pakaian adat tradisional Papua.

“Lima personel Satgas dari Pos Toray dipimpin Danpos Letda Inf Bambang Suprapto turut hadir mendampingi proses pembuatan pakaian adat tradisional Papua (Suku Yeinan) di Kampung Toray, Distrik Sota, pada Senin lalu,”ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Suku Yeinan merupakan salah satu dari sekian banyak suku yang ada di Papua juga memiliki budaya dan tradisi berupa pakaian adat yang harus selalu dijaga kelestariannya.

“Dan pakaian adat tradisional yang terbuat dari bahan kulit kayu pilihan ini, oleh Suku Yeinan sendiri biasa disebut Cenak,” sambungnya.

Lestarikan Budaya Papua, Satgas Yonif 125 Bersama Suku Yeinan Membuat Cenak

Keikutsertaan Satgas dalam kegiatan ini tambah Anjuanda, saat ini tidak bisa dipungkiri kebanyakan dari generasi muda sekarang ini kurang tertarik untuk mempelajari kebudayaan daerah yang bersifat tradisional.

“Ini hal serius dan perlu ditindaklanjuti, karena tradisi dan budaya menunjukkan ciri khas identitas masing-masing daerah,” tandasnya.

“Jangan sampai suatu kelompok atau daerah kehilangan jati dirinya,” tambah Anjuanda.

Di tempat terpisah, Danpos Toray Letda Inf Bambang Suprapto menuturkan pembuatan Cenak tersebut menghadirkan tenaga pembimbing dari Distrik Sota, karena warga setempat sudah kurang paham membuatnya.

“Kami mendorong generasi muda Kampung Toray melalui Karang Taruna agar lebih peduli dalam melestarikan budaya dan tradisi daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Toray, Barcalena Deda (45) mengucapkan terima kasih kepada Satgas atas kepeduliannya ikut melestarikan budaya masyarakat Yeinan.

“Kami bangga, Satgas selalu ada bersama-sama dengan warga Toray. Harapan kami, Satgas bisa membantu memotivasi generasi muda agar lebih giat menggali dan mengembangkan kebudayaan daerah,” pungkasnya sambil berharap. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel