60" TNI AD

Pemantauan dan Penindaklanjutan Laporan RSPAD I 60” TNI AD

Dibaca: 48 Oleh 08 Apr 2020Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia, RSPAD berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik dan mempermudah proses menangani pasien yang terpapar maupun yang sudah dinyatakan positif Covid-19.

Untuk menunjang pelayanannya, RSPAD menyiapkan laboratorium PCR rapid test Covid-19, yang saat ini sudah mulai bisa dioperasikan. Penyediaan laboratorium tersebut, tak lepas dari pantauan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa lewat teleconference bersama dengan jajaran TNI AD dan RSPAD.

Dalam teleconference lanjutan Senin (6/4/2020), dr. Budi dari RSPAD melaporkan kepada Jenderal TNI Andika bahwa adanya laboratorium rapid test tersebut memberikan kepastian yang lebih baik di dalam membuat diagnosis.

“Dapat kami jadikan acuan di dalam diagnosis pasien, penanganan pasien, maupun edukasi kepada pasien yang rawat jalan,” ujar dr. Budi.

dr. Budi menambahkan, sesuai dengan arahan Jenderal TNI Andika, dalam satu hari dilakukan dua kali pengumpulan sampel untuk dilakukan pemeriksaan lab. Sesi pertama, sampel dikumpulkan batas waktu pukul 11.00 WIB, sesi kedua dengan batas waktu pukul 17.00 WIB. Sampel yang terkumpul akan menjalani uji lab selama 5 jam.

Baca juga:  DRAMA KOLOSAL PUPUTAN MARGARANA MERIAHKAN HARI JUANG KARTIKA

Dalam kesempatan itu, Kasad mengatakan akan menambah jumlah centrifuge yang dibutuhkan dalam laboratorium. Ia akan menambah 2 centrifuge dari 3 item yang sudah ada, sehingga menjadi 5 centrifuge untuk mempercepat proses uji lab. centrifuge yang merupakan alat untuk menguji sampel virus dari pasien yang terpapar Covid-19.

“Tambahkan saja 2 centrifuge lagi, agar kita bisa beri pelayanan yang cepat. Kalau ada 5 centrifuge, kita bisa lebih maksimal melakukan uji sampel dalam setiap sesi,” ujar Jenderal TNI Andika.

Selain menambah jumlah centrifuge, Jenderal TNI Andika juga menginstruksikan untuk menambah personel analis di laboratorium, agar jam kerja para analis tidak terlalu panjang harus menjalani 2 kali sesi uji laboratorium.

“Kalau perlu tambahkan lagi analisnya, agar ada cadangan, sehingga jika ada yang berhalangan, ada penggantinya,” tegas Kasad.

Kasad juga memerintahkan kepada jajarannya, untuk mencari beberapa analis TNI AD, untuk diperbantukan dalam laboratorium rapid test Covid-19 di RSPAD.

#TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel