Satgas Pamtas

Minim Tenaga Pengajar, Anggota Satgas Yonif/403 Baru Jadi Guru di Perbatasan

Dibaca: 11 Oleh 07 Apr 2021Tidak ada komentar
Minim Tenaga Pengajar, Anggota Satgas Yonif/403 Baru Jadi Guru di Perbatasan
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Masih kurangnya tenaga pendidik di daerah perbatasan, anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 403/Wirasada Pratista membantu mengajar mengajar di SDN Inpres Batom, Papua.

Hal tersebut disampaikan Komandan Satgas Yonif 403/WP Letkol Inf Ade Pribadi Siregar, S.E., M.Si., dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua, Rabu (7/4/2021).

Dijelaskan Letkol Ade, pendidikan adalah faktor utama dalam menentukan apakah seseorang itu berkualitas atau tidak. Karena dengan pendidikan seseorang bisa tahu segala macam informasi dan pengetahuan.

“Pendidikan merupakan faktor yang amat penting untuk menunjang kemajuan suatu negara. Bukan hanya pendidikan akademik saja, namun moral dan keterampilan juga tidak kalah penting dalam mewujudkan terciptanya suatu generasi muda bangsa yang baik,” ujarnya.

Minim Tenaga Pengajar, Anggota Satgas Yonif/403 Baru Jadi Guru di Perbatasan

Apalagi daerah-daerah perbatasan, ungkap Ade, yang pada hakikatnya merupakan daerah terdepan sebagai pintu gerbang orang luar untuk memasuki negara Indonesia.

“Sudah selayaknya anak-anak generasi penerus bangsa di perbatasan mendapatkan kualitas pendidikan yang baik, di tengah keterbatasan sarana dan prasarana sekolah,” paparnya.

Ia pun berharap dengan adanya bantuan tenaga pengajar dari Satgas, generasi muda di perbatasan akan lebih memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dalam menjaga keutuhan NKRI.

Program Satgas tersebut sambut baik oleh Kepala Sekolah SDN Inpres Batom Darius Purui (55) saat Danpos Batom Letda Inf Halis Didik T beserta anggotanya berkunjung langsung ke SDN Inpres Batom.

“Saya sangat bangga dan senang Bapak TNI bisa membantu mengajar anak-anak di SDN Inpres Batom,” kata Darius.

“Walau bagaimanapun kami tetap ada di sini, walau bagaimanapun, keadaan bagaimanapun tetap akan kami bangun Sekolahan kedepannya, demi anak-anak kami,” tambah Darius.

Sementara itu Danpos Batom Letda Inf Halis Didik T menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata bagian dari TNI dalam rangka membantu pemerintah di bidang pendidikan, mengingat Distrik Batom masih terdapat kekurangan tenaga pengajar.

“Dengan kegiatan yang dilakukan ini anak-anak SDN Inpres minimal bisa membaca, menulis dan berhitung, karena tiga aspek tersebut merupakan kunci utama untuk pengetahuan yang lebih luas lagi,” kata Halis.

“Bahagia mengajar anak-anak yang polos dan lugu, yang baru sedikit tersentuh modernisasi dan gaya hidup masa kini, suasananya sangat akrab dengan mereka, tidak ada jarak yang memisahkan, layaknya orang tua dan anak,” tutur Halis. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel