Kostrad

Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya Batalyon Infanteri Para Raider 503/M  Kostrad

Dibaca: 804 Oleh 08 Jan 2016Tidak ada komentar
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Batalyon Infanteri Para Raider 503/Mayangkara Divisi Infanteri 2 Kostrad merupakan Pasukan tempur yang sebelumnya memiliki kualifikasi Lintas Udara (Linud) yang dapat diterjunkan disegala medan dan cuaca, saat ini prajurit Yonif Linud 503/ Mayangkara telah memiliki kualifikasi Raider yang ditempuh dengan melaksanakan latihan selama 84 hari dibagi menjadi 3 tahap, antara lain tahap basis, tahap hutan gunung dan tahap rawa laut. NamakesatuanBatalyon Infanteri Linud 503/Mayangkara pun resmi diganti menjadiYonif Para Raider 503/Mayangkara. Pasukan ini selain memiliki kemampuan linud yang dapat diterjunkan untuk mendekati sasaran, dapat pula melaksanakan tugas di daerah hutan gunung, sungai, pantai dan perkotaan serta mampu untuk melaksanakan tugas operasi Raid penghancuran dan pembebasan tawanan. Batalyon Para Raider 503/Mayangkara merupakan bagian dari jajaran Brigif Linud 18/2/Kostrad, yang berlokasi di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, JawaTimur.

Sebagai Satuan Infanteri, Yonif Para Raider 503/Mayangkara berperan aktif dalam memperingati hari bersejarah yaitu Hari Juang Kartika dimana sebelumnya bernama Hari Infanteri yang diperingati setiap tanggal 15 Desember untuk mengenang pertempuran di Ambarawa. Serangan pembebasan Ambarawa yang berlangsung selama empat hari empat malam dari tanggal 12-15 Desember 1945. Pada akhirnya pasukan Sekutu mundur dari Ambarawa dan pertempuran berakhir dengan kemenangan TKR pada tanggal 15 Desember 1945. Keberhasilan pertempuran Ambarawa dan keberhasilan kepemimpinan dari Panglima Besar Jendral Sudirman diabadikan dalam bentuk monumen Palagan Ambarawa. TNI AD memperingati tanggal tersebut sebagai Hari Infanteri dan berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 163/1999, Hari Infanteri diganti menjadi Hari Juang Kartika.

Menjelang peringatan Hari Infanteri dilaksanakan Gerak Jalan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya merupakan suatu tradisi yang rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai gambaran perjalanan gerilya Panglima Besar Jendral Sudirman. Peringatan Hari Infanteri diselenggarakan setiap tanggal 19 Desember, kegiatan ini mengandung nilai-nilai kejuangan dan pengorbanan para pahlawan yang dapat diresapi, dihayati dan diamalkan pada setiap prajurit, baik dalam pola pikir dan perilaku sehingga warisan nilai dapat terjaga sampai kapanpun. Pelaksanaannya saat ini dibarengi dengan rangkaian kegiatan Karya Bhakti bersama masyarakat setempat sehingga keberadaan prajurit TNI AD memiliki manfaat dan diterima oleh masyarakat. Peristiwa ini memberikan pesan penting, bahwa dengan tekad, semangat, senjata dan perlengkapan yang sederhana, TNI bersama rakyat dapat memenangkan pertempuran.  Peringatan Peleton Beranting Yudha Watu Pramuka Jaya dengan mengawal panji-panji atau simbol Korps Infanteri dilaksanakan guna menggelorakan semangat dan meresapi nilai patriotisme para pahlawan.

Kegiatan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya TA. 2015 yang dilaksanakan di Kodam V/BRWdiikuti oleh prajurit yang berada di wilayah Kodam V/BRW, jajaran Divisi Infanteri 2 Kostrad serta pasukan dari satuan Banpur dan Banmin yang ikut menjadi Peleton pengantar, dilibatkan pula masyarakat, Ormas, Pramuka dan instasi lainnya yang ikut mengiringi anggota berjalan kaki. Jarak tempuh yang dilaksanakan dalam kegiatan ini sejauh 200 Km dan setiap Peletonnya akan menempuh jarak 21 – 24 Km yang dilakukan secara estafet. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal16  s/d 19 Desember 2015.

Pada perlombaan gerak jalan Peleton YudhaWastu Pramuka Jaya, Batalyon Infanteri Para Raider 503 /MK terlibat satu peleton sebagai peserta dalam Peleton inti. Kesuksesan membutuhkan pengorbanan yang tulus dan perjuangan yang gigih, prajurit Batalyon Infanteri Para Raider 503 /MK merencanakan dan mempersiapkan diri sejak bulan September. Kegiatan latihan dimulai dari pengorganisasian Peleton YudhaWastu Pramuka Jaya. Peleton inti dibentuk melalui seleksi yang dilakukan oleh tim pelatih sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan. Seleksi awal sebanyak 80 personil yang pada akhirnya terpilih sebanyak 40 personil untuk mengikuti latihan selanjutnya.

Kegiatan latihan dilakukan terpusat mulai dari bulan Oktober pada saat melaksanakan tugas operasi pemadaman asap di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kegiatan latihan di Banjarmasin dilakukan pada saat malam hari, adapun latihan yang dilaksanakan antara lain berjalan sejauh 5 sampai 15 Km karena merupakan tahap awal pembentukan. Sekembalinya dari tugas operasi satgas asap di Banjarmasin, kegiatan latihan memasuki tahap peningkatan kemampuan dimana yang semula jarak tempuh latihan 15 Km meningkat menjadi 25 Km. Kegiatan latihan selama di home base dilaksanakan pagi, siang dan malam bahkan dilaksanakan pada dini hari. Jarak tempuh 20 Km dilaksanakan pada pagi hari dan selesai siang hari, jarak tempuh 22 Km dilaksanakan pada sore hari dan selesai malam hari, jarak tempuh 24 Km dilaksanakan pada malam hari dan selesai dini hari, dan jarak tempuh 25 Km dilaksanakan pada dini hari dan selesai pagi hari.

Latihan dilaksanakan dengan memperhatikan ketepatan waktu, hal ini dilatihkan karena perlombaan menggunakan ketepatan waktu tempuh untuk mencapai finish. Latihan menghitung langkah juga dilaksanakan untuk mengetahui jarak yang sudah ditempuh. Penghitungan waktu yang digunakan yaitu setiap jarak 1 Km harus dapat ditempuh dalam 12 menit. Di tahap akhir dari latihan ini adalah tahap pemeliharaan, tahapan ini dilaksanakan pada minggu pertama bulan Desember hal ini dilakukan untuk memelihara kemampuan personil agar tidak menurun pada saat kegiatan lomba gerak jalan.

Peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya ini di bagi menjadi 3 bagian yang terdiri dari kelompok pengawal depan, kelompok simbol dan kelompok pengawal belakang. Kelompok pengawal depan dengan jumlah 10 personil terdiri dari 1 personil Bintara sebagai Komandan Regu dan 9 personil Tamtama. Sedangkan kelompok simbol dengan jumlah 8 anggota yang terdiri dari 1 anggota Bintara sebagai Baton dan 7 Tamtama. Kelompok pengawal belakang dengan jumlah 16 personil yang terdiri dari 1 Perwira sebagai Komandan Peleton, 2 bintara sebagai Danru  dan 13 Tamtama.

Perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan Peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya meliputi senjata organik Pistol, senjata SS1 dan ransel berisikan pelengkapan sesuai protap yang telah ditentukan serta kelompok simbol yang membawa dua pucuk senjata LE dengan sangkur terhunus, dua buah tabung masing-masing berisi amanat Panglima Besar Jendral Sudirman dan Ikrar Korps Infanteri, satu buah bendera Infanteri, satu buah bendera lambang Kodam dan sebuah tas berisi lambang administrasi dan staf satuan Infanteri.

Kegiatan lomba Peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya dimulai dengan kegiatan serah terima Peleton Yudha WastuPramuka Jaya. Serah terima simbol Yudha Wastu Pramuka Jaya dari Inspektur Upacara kepada Peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya yang akan berangkat pertama, kemudian akan diserahkan secara estafet kepada peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya Berikutnya sampai pada akhirnya diserahkan kembali kepada Panglima Kodam oleh peleton terakhir. Pada saat serahterima Peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya, Komandan peleton bertugas membacakan Amanat Panglima Besar Bapak Jendral Sudirman dan Ikrar Korps Infanteri, sehingga mengingatkan kita pada jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional.

Kegiatan gerak jalan peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya yang diselenggarakan oleh Kodam V/Brawijaya dimenangkan oleh Batalyon Infanteri Para Raider 503/Mayangkara. Merupakan penantian yang panjang sehingga kami dapat meraih gelar juara setelah 12 tahun. Tidaklah mudah mendapatkan gelar juara Peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya, kami berlatih dengan semangat, disiplin, tekun dan keras, menjalani latihan pagi, siang, malam dan dalam cuaca hujan ataupun dibawah terik matahari. Hal ini di lakukan untuk melatih dan mempersiapkan prajurit Para Raider 503/MK agar siap menghadapi kegiatan peleton Yudha Wastu Pramuka dimana waktu dan tempat belum diketahui. Rute yang akan dilalui oleh para peserta diberikan melalui carapengundian  oleh penyelenggara dan disaksikan oleh seluruh perwakilan satuan peserta. Peleton dari Yonif Para Raider 503/MK mendapatkan rute dari Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban sampai KecamatanPandansari Kabupaten Bojonegoro yang merupakan rute ketiga dengan jarak tempuh 23.5 Km yang harus ditempuh dalam waktu 4: 42: 15. Prajurit Mayangkara mendapatkan nilai 987.5 yang merupakan akumulasi dari beberapa aspek antara lain, prosedur serahterima simbol, ketepatan waktu, keseragaman perlengkapan, semangat selama perjalanan, kerapihan dan jiwa korsa serta kekompakan selama pelaksanaan gerak jalan, sehingga berhasil mendapatkan gelar juara I dan membawa piala yang selama ini kami impikan. Kami mengutip apa yang disampaikan oleh Pangdivif 2 Kostrad bahwa kesempatan hanya sekali, jadilah Prajurit Vira Cakti Yudha yang sejati, sehingga kami bertekad di penghujung tahun 2015 piala bergilir Peleton YudhaWastu Pramuka Jaya harus berada di MarkasYonif Para Raider 503/MK yang kami banggakan, dan kami dapat membuktikan hal tersebut.

Pada akhirnya tidak luput sebagai insan hamba Tuhan yang bertaqwa, kami patut bersyukur kepada Allah SWT, TuhanYang Maha Kuasa atas apa yang telah diberikan kepada kami dan rasa terimakasih kami kepada seluruh Prajurit Mayangkara yang telah berjuang danmengorbankan waktu serta tenaga dalam melaksanakan tugas sehingga dapat mengharumkan nama besar satuan dengan prestasi yang diraih. Autentikasi : Kapen Kostrad, Letnan Kolonel Inf Heru Dwi Wahana

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel