Satgas Pamtas

Satgas Pamtas, Bantu Kesulitan Warga dan Siapkan Pemuda Papua Jadi Prajurit TNI

Dibaca: 55 Oleh 13 Mar 2020Tidak ada komentar
Satgas Pamtas, Bantu Kesulitan Warga dan Siapkan Pemuda Papua Jadi Prajurit TNI
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Tidak saja menjaga keamanan wilayah di perbatasan RI-PNG, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) juga berperan aktif dalam membantu mengatasi kesulitan yang dialami warga serta turut serta menyiapkan para Pemuda Papua yang ingin menjadi prajurit TNI.

Hal tersebut disampaikan Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto saat memimpin Apel Gelar Pasukan Pemeriksaan Kesiapan Operasi (Riksiapops) Satgas Pamtas Indonesia dan PNG, Prajurit Batalyon Mekanis (Yonmek) 516/Caraka Yudha (CY) di bawah Kodam V/Brawijaya di Surabaya, Jawa Timur. Kamis (12/3/2020).

Diungkapkan Kasum TNI, dirinya yakin dan percaya bahwa para prajurit Yonmek 516/CY mampu menjalankan tugasnya dalam mengamankan wilayah perbatasan RI-PNG.

“Selama sembilan bulan, para prajurit Yonif Mekanik 516 harus mampu mengajak, membawa, menghimbau saudara-saudara kita yang di perbatasan untuk bersama-sama berperan aktif menjaga keamanan wilayah di perbatasan negara RI-PNG” ujar Joni.

Menurut Joni Suprianto, saat berada di daerah penugasan, para prajurit diharapkan mampu mengajak, membawa, menghimbau warga masyarakat untuk berperan aktif menjaga perbatasan negara.

Baca juga:  Tingkatkan Kualitas Pelajar Papua, Satgas Pamtas Yonif MR 411 Gelar Bimbel

“Kalau satu orang prajurit dalam satu hari bisa mendapat teman tiga orang masyarakat, maka selama 9 bulan akan mampu berteman dan kenal dengan seluruh masyarakat di Kabupaten Boven Digoel,’’ terang Joni Suprianto.

Di samping itu, lanjutnya, para prajurit juga harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat.

“Tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan dengan komunikasi. Kalau komunikasi sudah terbangun maka otomatis akan bisa mencegah permasalahan serta konflik yang ada dan tidak akan ada konflik agama, konflik permasalahan lahan,’’ tegasnya.

Pada kesempatan itu, selain membantu kesulitan yang dihadapi warga setempat, Joni Suprianto juga mengharapkan agar para Prajurit Yonmek 516 harus mampu menciptakan pemuda di tempat tugas itu menjadi prajurit TNI.

“Yaitu dengan mengarahkan dan menyiapkan pemuda untuk berkeinginan menjadi prajurit dan nantinya ke depan akan menjaga wilayahnya,”tambah Joni Suprianto.

Dikarenakan telah melewati latihan yang cukup, dirinya yakin dan percaya, bahwa prajurit Yonmek 516 ini mampu menjalankan tugas pengamanan di perbatasan RI-PNG dengan baik.

Baca juga:  Kritis dan Stok Darah Tidak Tersedia, Satgas Yonif R 303 Donorkan Darah Untuk Balita Desem

“Selama berugas, pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, jaga sikap perilaku, hindari pelanggaran-pelanggaran yang mencederai nama baik pribadi, satuan dan institusi,’’ pungkasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel