Satgas Pamtas

Terjebak Banjir, Satgas Yonif 132 Bantu Warga Seberangkan Kendaraan

Dibaca: 21 Oleh 27 Feb 2020Tidak ada komentar
Terjebak Banjir, Satgas Yonif 132 Bantu Warga Seberangkan Kendaraan
#TNIAD, #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

JAKARTA, tniad.mil.id – Terjebak banjir dan derasnya air, anggota Satgas Yonif 132/BS bantu menyeberangkan kendaraan warga perbatasan.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 132/BS, Letkol Inf Wisyudha Utama, dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, Kamis (27/2/2020).

Diungkapkan Dansatgas, bantu menyeberangkan kendaraan warga Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Ninulat, pada Rabu (26/2/2020) dilaksanakan personel Pos Inbate, Serda Adi Saputra bersama dua rekannya.

“Kejadian ini bermula ketika Satgas mendapat informasi dari salah satu masyarakat yang datang ke pos untuk meminta pertolongan menyeberangkan kendaraannya melewati derasnya air,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, informasi tersebut langsung ditindaklanjuti Danpos, Sertu Yanuar Hutabarat yang memerintahkan tiga personel Satgas, Serda Adi Saputra, Pratu Gerry serta Prada Rizaldi untuk membantu kesulitan warga tersebut.

“Dengan segala upaya, kita (Satgas) berupaya membantu kesulitan yang dihadapi warga, “jelasnya.

Dikatakan Wisyudha Utama, meluapnya air ini terjadi karena hujan lebat yang melanda Desa Inbate. Ditambah lagi luapan Sungai Naenaban dari negara tetangga Timor Leste selama beberapa hari yang dilanda hujan lebat.

Baca juga:  Lindungi Warga Papua, Satgas Yonif 713 Disinfektan Muara Tami

“Sebenarnya akses ini merupakan jalan yang dilalui masyarakat sehari-hari, namun bilamana musim hujan apalagi dengan intensitas yang tinggi berubah menjadi sungai,” imbuh Wisyudha Utama.

Terjebak Banjir, Satgas Yonif 132 Bantu Warga Seberangkan Kendaraan

Di tempat terpisah, Serda Adi Saputra menuturkan, warga lebih memilih jalur ini karena jarak dari Inbate menuju Kota Kefa, jaraknya hanya berkisar sejauh 5 Km.

“Tapi bilamana memilih jalan lain dari Inbate menuju Kota Kefa, harus melewati Desa Naenaban yang jaraknya berkisar 9-10 Km,” urainya.

Adi menambahkan, untuk memudahkan penyeberangan, dirinya bersama rekannya dibantu warga mengangkat kendaraan roda dua warga agar sampai ke seberang.

“Selain itu kita juga menggunakan bambu sebagai alat bantu penyeberangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Mex Oeli (38) salah seorang warga mengucapkan terima kasih kepada Satgas yang sudah membantu kesulitan mereka.

“Berkat bantuan bapak Satgas, motor saya dapat diseberangkan. Terima kasih Pak atas bantuannya. Semoga Satgas selalu berhasil dalam tugas,” pungkasnya senang. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel